Implan gigi, jika berhasil, harus dapat mengembalikan bentuk dan fungsi gigi dengan baik, memiliki retensi yang baik, menjaga kesehatan jaringan keras dan lunak rongga mulut, serta memiliki keunggulan estetika, kekokohan dan daya tahan. Keberhasilan implan dapat dinilai dari beberapa aspek seperti pemeriksaan kelonggaran, pemeriksaan sinar-X, efek restorasi, gejala klinis, dan masa pakai.
1. Pemeriksaan kelonggaran: untuk implan gigi yang berhasil, implan harus bebas dari gerakan apa pun selama pemeriksaan klinis.
2. Pemeriksaan sinar-X: ketika implantasi berhasil dilakukan, tidak ada area transmisi sinar-X di sekitar implan dalam pemeriksaan sinar-X, dan keadaan jaringan tulang di sekitar implan stabil.
3. Gejala klinis: ketika berhasil ditanamkan, gigi tiruan implan harus bebas dari rasa sakit, infeksi, dan gejala saraf.
4. Efek restoratif: ketika berhasil ditanamkan, pasien merasa puas dengan efek restoratif, dan implan gigi memiliki fungsi yang baik serta efek estetika yang alami dan realistis.
5. Masa manfaat: ketika berhasil ditanamkan, tingkat keberhasilan kumulatif lima tahun lebih dari 85%, dan tingkat keberhasilan kumulatif 10 tahun lebih dari 80%.
Untuk pengetahuan medis lebih lanjut tentang implan gigi, silakan berkonsultasi dengan ahli implantologi profesional.