Apa yang harus dilakukan jika anak Anda memiliki benjolan besar di kepalanya

  Ketika seorang anak mengalami cedera kepala dan hematoma, orang tua tidak boleh panik dan mengambil tindakan yang benar untuk menangani situasi tersebut. Penting untuk membedakan antara situasi gawat darurat yang memerlukan perhatian medis segera, seperti luka yang terus berdarah, hematoma yang terus membesar, tangisan yang parah, muntah-muntah yang terjadi lebih dari satu kali, rasa kantuk yang sulit dibangunkan, kelainan pada panca indera, perilaku yang tidak normal dan kejang-kejang. Tetap tenang selama proses ini dan jangan biarkan kegugupan Anda memengaruhi anak Anda.  2. Jika anak sadar: tidak ada gejala lain yang jelas selain dari hematoma kepala, pengobatan berikut ini dapat dilakukan: (1) Kompres dingin: segera bungkus handuk dengan es (atau apa pun yang dibekukan di lemari es di rumah) dan letakkan di area yang bengkak, berhati-hatilah untuk menggantinya secara teratur agar tidak menyebabkan radang dingin lokal.  (2) Menghentikan pendarahan: Tekan hematoma dengan kain bersih untuk menghentikan pendarahan. Anda dapat menerapkan kompres dingin dan tekanan untuk menghentikan pendarahan bersama-sama, kompres dingin juga dapat menghentikan pendarahan.  (3) Amati sikap anak dengan seksama: tanyakan apakah ada rasa mual atau keinginan untuk muntah, dan jangan beri anak makan apa pun selama dua jam terlebih dahulu. Jika anak tertidur, perhatikan apakah ia bisa dibangunkan. Jangan berikan anak obat penghilang rasa sakit, dll. tanpa instruksi dokter.  Jika anak Anda mengalami hematoma akibat terjatuh di kepala, orang tua tidak boleh gugup, tetapi dengan tenang menilai kebutuhan khusus untuk perhatian medis dan segera mencari pertolongan medis. Jika hanya ada hematoma kulit kepala tanpa rasa tidak nyaman lainnya, gunakan kompres dingin, hentikan pendarahan dan amati secara cermat seperti dijelaskan di atas.