Neuropati diabetik dini merupakan komplikasi kronis dari diabetes mellitus tipe 2, dan penyakit ini umumnya tidak dapat disembuhkan, sehingga pasien diabetes mellitus tipe 2 harus melakukan kontrol gula yang ketat untuk mencegah perkembangan komplikasi. Pengobatan diabetes meliputi pendidikan kesehatan, terapi nutrisi, terapi olahraga, pemantauan kondisi, dan terapi obat. 1. Pendidikan kesehatan: termasuk pelatihan tenaga pencegahan dan pengobatan diabetes, pendidikan berkelanjutan bagi tenaga medis, dan pendidikan bagi pasien dan keluarganya. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya penyakit pada kelompok risiko tinggi diabetes, terutama pasien dengan riwayat genetik keluarga. 2. Terapi nutrisi: kontrol yang wajar terhadap total kalori, distribusi nutrisi yang rasional, distribusi makanan yang wajar, dan kontrol rasio gula, lemak, dan protein. 3. Terapi olahraga: Diabetes melitus terjadi pada orang dengan kebiasaan hidup yang buruk, kurang berolahraga, dan obesitas. Kontrol diet yang wajar, olahraga dan manajemen berat badan dapat secara efektif meningkatkan sensitivitas insulin dan mencegah perkembangan diabetes. 4. Pemantauan kondisi: Pemantauan yang akurat terhadap glukosa darah puasa, glukosa darah postprandial dan perubahan hemoglobin terglikasi, deteksi perkembangan penyakit secara tepat waktu dan mengambil tindakan. 5. Pengobatan: Cara yang paling penting dan efektif untuk mencegah dan mengendalikan neuropati diabetik adalah dengan mengontrol gula darah secara ketat dan menjaganya agar tetap stabil. Metilkobalamin dan analog prostaglandin memiliki efek tertentu pada neuropati diabetes. Komplikasi diabetes lebih sering terjadi dan prognosisnya lebih sulit untuk dipulihkan, oleh karena itu, pasien yang didiagnosis menderita diabetes harus mengikuti instruksi dokter dan bekerja sama secara aktif untuk memperlambat perkembangan penyakit.