Jika pasien mengalami sesak napas, belum tentu merupakan gejala klinis atau reaksi terhadap gagal jantung. Sesak napas mengacu pada kurangnya napas atau perasaan sesak napas yang disebabkan oleh diri sendiri dan aliran ventilasi yang tidak mencukupi. Berbagai aritmia yang disebabkan oleh faktor-faktor ini atau gagal jantung dari berbagai penyebab dapat menyebabkan dada sesak dan sesak napas, jadi belum tentu gagal jantung yang menyebabkan sesak napas. Penyakit pernafasan, sering dalam konteks insufisiensi paru kronis, seperti yang disebabkan oleh hipertensi pulmonal kronis, juga dapat memiliki gejala klinis sesak napas. Sebagian gangguan metabolisme endokrin, seperti disfungsi tiroid, juga dapat menyebabkan sesak napas.