Bagi penderita diabetes, meskipun telah melakukan kontrol glukosa darah secara cermat, masih ada masalah kesehatan terkait, yang dikenal sebagai komplikasi diabetes.
Dr Sethu K. Reddy, Kepala Unit Diabetes Dewasa di Joslin Diabetes Centre, mengatakan bahwa penting untuk tidak mengabaikan beberapa tanda awal.
Berkeringat berlebihan, gugup atau vertigo
Jika Anda tiba-tiba merasa gemetar dan jantung Anda berdetak lebih cepat, gula darah Anda mungkin telah turun di bawah 70 mg/dL.
Gula darah rendah dapat menyebabkan rasa lapar, sakit kepala, mudah marah dan kelelahan.
Setu mengatakan, “Jika gula darah turun lebih jauh, perubahan kepribadian atau kehilangan kesadaran dapat terjadi.”
Pasien harus menyiapkan makanan isi ulang praktis yang mengandung sekitar 15-20 gram karbohidrat sederhana, seperti tablet atau gel glukosa, 2 sendok makan sultana atau 117 ml jus atau soda, untuk meningkatkan kadar gula darah dengan cepat.
Haus dan sering buang air kecil
Ini adalah gejala gula darah tinggi. Mulut kering, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, kelelahan dan penyembuhan luka yang lambat juga dapat terjadi.
Gejala-gejala ini mungkin juga merupakan tanda peringatan dari suatu kondisi yang disebut ketoasidosis diabetik (DKA), yang merupakan penyakit serius yang biasanya dikaitkan dengan gula darah tinggi. Apabila kekurangan insulin yang cukup, tubuh membakar lemak dan bukannya gula dan menghasilkan badan keton, yang menumpuk dalam darah.
Kadar badan keton yang tinggi dapat menyebabkan kelelahan atau kebingungan, kesulitan bernapas, muntah atau sakit perut, dan kulit kering atau memerah. Gunakan tes urine di rumah atau meteran glukosa darah (jika tersedia) untuk mengukur kadar keton. Jika kadar keton tinggi, segera cari pertolongan medis.
Mati rasa, kesemutan atau nyeri
Kerusakan saraf atau neuropati bisa terjadi, bahkan jika hiperglikemia tidak menimbulkan gejala. Pasien mungkin pertama kali merasakan mati rasa atau kesemutan di tangan dan kaki mereka. Jika kaki kehilangan kemampuan untuk merasakan dingin, panas atau nyeri, tubuh bisa mengalami luka atau infeksi tanpa menyadarinya.
Sembelit, rasa terbakar di perut atau mual
Ini bisa menjadi tanda peringatan gastroparesis (ketika lambung melambat pengosongannya karena kerusakan saraf).
Setu mengatakan, “Konstipasi bisa menjadi tanda awal dari kelainan pada sistem saraf dan sistem gastrointestinal.”
Gastroparesis dapat menyebabkan refluks gastroesofagus, yang dapat memicu sensasi terbakar ketika makanan tertentu atau asam lambung refluks ke dalam esofagus.
Penglihatan kabur
Apabila kadar gula darah berfluktuasi, seperti yang sering terjadi pada diabetes tipe 1, penumpukan cairan dapat membuat penglihatan menjadi buram. Mengontrol kadar gula darah dapat meringankan gejala-gejala ini.
Namun demikian, perlu dicatat bahwa kerusakan mata yang parah juga bisa berasal dari kondisi lain, seperti retinopati diabetik (tanpa gejala awal).
Pertanyaan untuk ditanyakan kepada dokter Anda
Berapa kadar protein dalam air seni saya?
Apa yang harus saya lakukan jika kadar gula darah saya terlalu tinggi atau terlalu rendah?
Seberapa sering saya harus melakukan pemeriksaan fisik atau mata?
Gejala apa yang menunjukkan keadaan darurat?