Bagaimana otitis media supuratif kronis dengan infeksi jamur didiagnosis dan diobati?

  Otitis media supuratif kronis sering mengalami aliran nanah intermiten akibat perforasi membran timpani, dan otitis media kolesteatoma juga rentan terhadap infeksi sekunder dan aliran nanah setelah operasi mastoid terbuka, sehingga memerlukan pengobatan antibiotik lokal. Hal ini disebabkan oleh perubahan-perubahan di lingkungan setempat yang berisiko menimbulkan infeksi mikobakteri sekunder.  1. Metode diagnostik ① Gejala: telinga gatal, telinga tersumbat, tinitus dan nanah telinga, beberapa pasien tidak memiliki gejala yang jelas dan baru ditemukan pada saat konsultasi.  Pemeriksaan otoskopi: lumut berjamur berwarna keabu-abuan atau hitam dapat terlihat di saluran telinga luar atau rongga mastoid.  Kebanyakan pasien memiliki otitis media kronis, perforasi membran timpani atau riwayat operasi mastoid.  2. Metode pengobatan (1) Pengobatan (1) Pengobatan lokal: Gunakan aspirator untuk mengeluarkan nanah, benjolan nanah atau (dan) keropeng sebanyak mungkin dari saluran telinga luar atau rongga mastoid, bersihkan saluran telinga luar dan rongga mastoid dengan kapas steril, lalu berikan obat antijamur lokal melalui saluran telinga luar. Pada kasus gatal telinga yang parah, bersihkan dengan obat tetes telinga asam borat.  (2) Gunakan obat oral jika perlu.  (2) Menjaga saluran telinga luar tetap kering dan higienis: panas dan lembab serta ventilasi yang buruk merupakan penyebab penting pertumbuhan jamur di saluran telinga luar. Oleh karena itu perbaikan membran timpani harus dilakukan sesegera mungkin setelah cetakan saluran telinga luar telah dikendalikan. Tindak lanjuti secara teratur setelah operasi.