Blepharitis adalah istilah kolektif untuk peradangan pada margin kelopak mata, termasuk permukaan kelopak mata, folikel bulu mata dan kelenjar. Tergantung pada lokasi anatomi, blefaritis dapat dibagi menjadi blefaritis anterior (terutama melibatkan margin kelopak mata anterior dan folikel bulu mata) dan blefaritis posterior (terutama melibatkan kelenjar kelopak mata). Blefaritis ini juga dibagi menjadi blefaritis bersisik, blefaritis ulseratif dan blefaritis kantal, tergantung pada fitur patogenetiknya. Tanda-tanda klinis yang umum: nyeri mata, gatal-gatal, sensasi terbakar, sensasi benda asing, kemerahan, kekeringan, fotofobia, lakrimasi dan peningkatan sekresi. Tanda-tanda: kongesti dan oedema pada margin kelopak mata, penebalan, pembentukan bekas luka; kerak margin kelopak mata, ulserasi, perubahan bulu mata (hilangnya bulu mata, disorganisasi, hiperplasia epitel folikel, sisik seperti manset atau keropeng di dasar bulu mata); obstruksi atau keratinisasi pada bukaan kelenjar kelopak mata, atrofi kelenjar kelopak mata atau pembentukan chalazion; kelainan lapisan air mata. Diagnosis blepharitis tidaklah sulit, tetapi pengobatan harus dilakukan secara dini, dengan segera mengendalikan gejala dan mengidentifikasi penyebabnya, yang dapat diobati dengan obat yang sesuai.