Apakah pena laser dapat menyebabkan kerusakan makula pada anak-anak?

Baru-baru ini, kami telah menemukan beberapa kasus anak-anak yang bermain dengan pena laser di klinik dan mengalami kerusakan penglihatan permanen. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Untuk memahami masalah ini, pertama-tama kita harus mengenali struktur mata, yaitu makula. Bagian mata manusia yang paling sensitif untuk melihat adalah makula, yang juga merupakan area yang paling terkonsentrasi untuk cahaya yang masuk ke dalam mata. Makula mengumpulkan sejumlah besar sel kerucut visual dan merupakan area mata yang paling sensitif untuk melihat. Setiap lesi yang melibatkan makula akan menyebabkan kehilangan penglihatan sentral yang signifikan, penglihatan menjadi gelap, dan distorsi. Sel kerucut memiliki sedikit atau tidak memiliki kapasitas regenerasi dan sekali rusak, fungsinya sulit untuk dipulihkan. Penunjuk laser dapat menyebabkan kerusakan permanen pada makula karena fokus laser yang kuat dan panas yang dihasilkan pada area yang disinari. Tingkat kerusakan secara langsung berkaitan dengan intensitas laser dan durasi paparan. Laser yang lebih besar dari 1 miliwatt dapat menyebabkan kerusakan pada makula jika diarahkan ke mata. Laser pointer yang saat ini beredar di pasaran memiliki daya yang tinggi, bahkan ada yang lebih besar dari 500 mW, dan bisa langsung menyalakan korek api, petasan dan kertas. Anak-anak dan orang tua mudah tergoda oleh iklan dan terdorong oleh rasa ingin tahu untuk membeli pena laser mainan berdaya tinggi. Karena kurangnya perlindungan diri, anak-anak menggunakan penunjuk laser untuk menyinari mata mereka sendiri atau mata orang lain, yang mengakibatkan kerusakan permanen pada makula. Mata anak-anak berada dalam tahap perkembangan dan kerusakan makula dapat memengaruhi penglihatan mereka dan sulit untuk dipulihkan. Untuk mengurangi atau mencegah kambuhnya cedera mata akibat laser pointer, kami menyarankan para orang tua untuk tidak membelikan laser pointer atau mainan yang memiliki sumber cahaya laser untuk anak-anak mereka secara umum. Guru sekolah harus membantu siswa mengidentifikasi penunjuk laser yang memiliki bahaya tersembunyi. Jika terjadi cedera akibat penunjuk laser, segera cari bantuan medis.