Secara umum, pada usia satu atau satu setengah tahun, anak-anak mampu mengendalikan buang air kecil mereka di malam hari dan mengompol jauh lebih jarang terjadi. Namun demikian, masih normal bagi sebagian anak untuk dapat mengendalikan buang air kecil mereka hanya di siang hari dan masih mengompol di malam hari setelah usia 2 tahun atau bahkan 2,5 tahun. Kebanyakan anak berhenti mengompol di malam hari setelah usia 3½ atau 4 tahun. Namun, tidak normal jika mengompol masih terjadi di atas usia 4 tahun, lebih dari dua kali sebulan. Enuresis nokturnal biasanya dominan dalam keluarga, dan jika kedua orang tua pernah menjadi penderita enuresis nokturnal, maka anak-anak mereka memiliki peluang 3/4 untuk mengompol. Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika anak Anda mengompol Sesuaikan pola makan Anda
Jangan minum air sebelum tidur (kecuali di musim panas), dan jangan makan buah-buahan seperti semangka, jeruk, pir mentah atau susu untuk mengurangi jumlah urin yang tersimpan dalam kandung kemih selama malam hari. Tetapkan sistem kehidupan yang wajar Anda harus membuat kehidupan, pola makan dan kehidupan anak Anda teratur. Kelelahan yang berlebihan dan tekanan mental harus dihindari. Yang terbaik adalah tidur siang agar anak tidak terlalu banyak tertidur di malam hari dan tidak mudah dibangunkan oleh orang dewasa untuk buang air kecil. Orang tua tidak boleh menggoda anak sebelum tidur dan tidak boleh membiarkan anak menjadi bersemangat atau terlibat dalam kegiatan yang berat atau menonton film yang mendebarkan dan menegangkan untuk menghindari kegembiraan yang berlebihan. Ajarkan dan awasi anak untuk mengembangkan kebiasaan buang air kecil yang baik (4-7 kali/d)
Biasakan anak Anda untuk buang air kecil secara menyeluruh setiap hari sebelum tidur untuk mengosongkan kandung kemih. Jika memungkinkan, mandikan anak Anda sebelum tidur sehingga dia bisa tidur dengan nyaman, yang akan mengurangi mengompol. Ganti tempat tidur dan pakaian yang basah tepat waktu Tempat tidur yang ditiduri anak Anda harus bersih, hangat dan segera diganti setelah basah. Waktu membangunkan: Anak harus dibangunkan ketika kandung kemihnya sudah penuh sampai titik buang air kecil. Bangun untuk buang air kecil: Anak harus sepenuhnya terbangun dari tidur sampai terbangun untuk buang air kecil. Kehilangan air seni dapat menyebabkan rasa malu, cemas, takut dan gentar pada anak-anak. Pertama, penting untuk menekankan bahwa mengompol di malam hari bukanlah kesalahan anak dan untuk menghindari disalahkan. Jika orang tua tidak memperhitungkan harga diri anak dan menggunakan omelan, ancaman, atau hukuman, hal ini akan membuat anak lebih dirugikan dan tertekan, sehingga menambah beban psikologis dan memperburuk gejalanya. Pengobatan anak-anak dengan enuresis hanya boleh dilakukan dengan jaminan dan dorongan dan merupakan prasyarat untuk keberhasilan pengobatan.