Kontraksi terasa nyeri ketika rahim berkontraksi dan umumnya disebabkan oleh tiga faktor utama.
Vaskular: kontraksi otot rahim akan menutup pembuluh darah di antara otot-otot, yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan akibatnya kekurangan oksigen ke sel-sel otot rahim akan menyebabkan timbulnya rasa nyeri.
Hormon: Ketika rahim berkontraksi, produksi hormon endometrium meningkat dan prostaglandin di dalam tubuh meningkat, mengakibatkan rasa nyeri, yang merupakan hal yang normal.
Cairan atau jaringan sisa dalam rongga rahim: ini dapat meningkatkan tekanan dalam rongga rahim dan menyebabkan kontraksi yang menyakitkan.
Dalam kebanyakan kasus, rasa sakit dapat dihilangkan dengan bantuan atau istirahat yang tepat setelah timbulnya kontraksi.
Ada tiga penyebab umum persalinan darurat: pertama, persalinan prematur. Hal ini kebanyakan terlihat pada wanita hamil dengan usia kehamilan antara 29 dan 36 minggu, berusia di bawah 18 tahun atau lebih dari 40 tahun; kedua, wanita hamil menderita penyakit yang mendasari seperti anemia, hipertiroidisme dan hipertensi; ketiga, pemeriksaan prenatal tidak rutin dilakukan, sehingga kondisi yang tidak terduga seperti janin kecil, janin kembar, janin malposisi, dan plasenta abnormal tidak dapat ditangani tepat waktu.
Calon ibu tidak perlu terlalu gugup tentang persalinan darurat, karena kejadian persalinan darurat umumnya berkisar antara 5-10%.