Apa saja gejala sindrom ketergantungan alkohol?

Pasien sering kali memiliki pola minum yang teratur, seperti minum di pagi hari dan minum pada waktu dan kesempatan ketika mereka seharusnya tidak minum. Pasien menggunakan alkohol sebagai kebutuhan pertama dan akan melakukan apa saja untuk minum. Pasien tahu bahwa minum alkohol telah menimbulkan konsekuensi yang merugikan atau bahwa minum alkohol terus menerus akan menyebabkan konsekuensi yang serius, tetapi mereka mengalami kesulitan mengendalikan diri mereka sendiri.
Ketika minum dihentikan atau asupan alkohol dikurangi secara tiba-tiba, gejala putus alkohol terjadi, terutama dalam bentuk tremor, mual, berkeringat dan ketidakstabilan emosi (mudah tersinggung, cemas, depresi, dll.), yang bisa ringan atau berat dan dapat mengancam jiwa dalam kasus yang parah.
Selain itu, pasien memiliki keinginan khusus untuk minum alkohol, yang dapat dimanifestasikan oleh ketidakmampuan untuk mengontrol volume alkohol yang dikonsumsi atau keinginan untuk mencari alkohol dengan cara apa pun yang memungkinkan. Beberapa pasien dapat mengalami beberapa kali kegagalan untuk berhenti minum, yang umum terjadi pada perilaku adiktif, di mana pasien berhenti minum beberapa kali tetapi selalu tidak bertahan lama dan akan minum lagi.