Kulit adalah indikator kesehatan

  Kulit adalah organ terbesar dari tubuh manusia, yang menutupi seluruh tubuh kita, dan berada dalam kontak paling dekat dengan dunia luar, sehingga merupakan garis pertahanan pertama tubuh terhadap zat berbahaya dari luar. Beberapa penyakit sistemik seperti organ dalam juga bisa tercermin pada kulit. Ketika seseorang bugar dan sehat, kulit mereka cenderung normal dan tampak lembut, berkilau, elastis dan berwarna merata. Warna kulit sangat bervariasi, tergantung pada ras, usia, jenis kelamin dan lokasi.  Kulit terdiri atas epidermis, dermis, jaringan subkutan, pelengkap kulit, pembuluh darah, pembuluh limfatik, otot dan saraf, dan dapat digambarkan sebagai struktur yang kompleks. Kulit tipis memberikan perlindungan terhadap iritasi mekanis, kerusakan fisik, kerusakan kimiawi dan serangan mikroba, serta fungsi sensorik, pengaturan suhu tubuh, sekresi dan ekskresi, penyerapan zat-zat tertentu seperti obat dan air, fungsi metabolisme penting dan fungsi kekebalan tubuh.  Banyak reaksi alergi terhadap obat dan makanan yang pertama kali termanifestasi pada kulit, dan gangguan endokrin juga dapat menyebabkan perubahan warna dan bentuk kulit. Semua perubahan ini mengingatkan kita tentang perlunya diagnosis dini penyakit tertentu, di mana kulit benar-benar bertindak sebagai “indikator kesehatan”.