Apakah obatnya dapat dipercaya? Diperlukan kehati-hatian

  Ada sebagian orang di sekitar kita yang, ketika mereka jatuh sakit, tidak berpikir untuk pergi ke rumah sakit terlebih dahulu, tetapi mencari pengobatan. Gagasan bahwa “resep menyembuhkan semua penyakit” selalu dipegang teguh. Banyak orang yang pergi ke rumah sakit hanya setelah mereka menggunakan banyak resep tanpa hasil, dan akibatnya, kondisi mereka berubah dari ringan menjadi parah, atau resep membuat kondisi mereka lebih rumit dan pengobatan jauh lebih sulit daripada awalnya.  Dapatkah resep benar-benar menyembuhkan penyakit serius? Dari zaman kuno hingga sekarang, orang-orang telah mengumpulkan sejumlah besar resep dan resep dalam hidup mereka, banyak di antaranya yang efektif, tetapi tak pelak lagi ada campuran yang baik dan buruk. Sebagian besar resep ini belum diuji dengan cara apa pun, atau efektivitasnya tidak pasti. Selain itu, di antara sekian banyak resep, ada beberapa resep yang efektif, tetapi jika tidak digunakan dengan benar, resep-resep tersebut tidak hanya akan gagal mencapai efek yang diinginkan, tetapi juga memiliki efek sebaliknya.  Misalnya, di beberapa daerah di selatan, ada resep untuk meminum Chuan Wu dalam wine untuk mengobati radang sendi, tetapi Chuan Wu beracun dan bisa menjadi racun dan bahkan mengancam jiwa jika dikonsumsi berlebihan. Ada juga banyak kasus keracunan akibat mengkonsumsi ikan tetapi sebagai resep. Sebagian orang merasa bahwa obat tetes mata (krim) lebih efektif, jadi setelah menderita hidung tersumbat atau rhinitis, mereka cukup menggunakan obat tetes mata (krim) untuk membersihkan (mengecat) hidung untuk pengobatan. Faktanya, hal ini sangat berbahaya karena mukosa hidung disuplai dengan baik dengan darah dan diserap dengan cepat, jadi jika Anda menyalahgunakan obat tetes mata untuk mengobati hidung Anda, sangat mudah terjadi keracunan.  Ada juga kasus keracunan timbal yang disebabkan oleh penggunaan resep yang mengandung senyawa timbal untuk asma, epilepsi, cacing gelang, aborsi, dll. Senyawa timbal ini termasuk timbal, pelet timbal, krim timbal, mur, pelet hitam, pelet kapur barus, dll. Ada juga kasus keracunan timbal yang disebabkan oleh penggunaan pot timah untuk anggur, pot timah untuk arak, dan penyalahgunaan bubuk timah sebagai bubuk ubi.