Retainer adalah alat yang digunakan untuk mengkonsolidasikan efek penyembuhan perawatan ortodontik setelah selesai. Ada banyak jenis retainer yang berbeda, yang dapat dibagi menjadi tiga kategori utama: retainer yang dapat digerakkan, retainer cekat, dan retainer yang juga memiliki efek terapeutik. Setelah pencabutan alat cekat, hampir semua pasien harus dirawat dengan baik untuk menghindari kekambuhan. Retainer aktif adalah jenis yang paling umum digunakan dalam praktik klinis. Lamanya retensi dipengaruhi oleh sejumlah faktor, yang berhubungan dengan usia pasien, status kesehatan, penyebab misalignment, jenis misalignment, durasi perawatan ortodontik dan metode koreksi. Akibatnya, waktu retensi sangat bervariasi. Pada umumnya, pasien diharuskan memakai retainer sepanjang hari selama 6 bulan pertama setelah perawatan ortodontik selesai, dan hanya untuk sementara saat makan, menyikat gigi, dan membersihkan retainer. Selama 6-12 bulan setelah perawatan ortodontik, retainer dipakai setiap malam dan dapat dipakai dua hari sekali pada siang hari, atau lebih lama tergantung pada kondisi pasien. Selama periode 12-18 bulan, kenakan dua hari sekali di malam hari sampai posisi gigi secara umum stabil. Retainer umumnya harus dipakai setidaknya selama 2 tahun. Retainer aktif harus direndam dalam air dingin saat tidak dipakai untuk menghindari distorsi. Dalam beberapa tahun terakhir, proporsi orang dewasa yang menerima perawatan ortodontik telah meningkat. Karena orang dewasa lebih aktif secara sosial dan memiliki persyaratan estetika yang lebih tinggi, semakin banyak orang dewasa yang memilih untuk menggunakan retainer cekat. Jenis retainer yang paling umum adalah retainer cekat lingual, yang memiliki keuntungan karena tidak ada lengkung labial logam yang terbuka di sisi labial, yang baik untuk estetika, mudah menjaga kebersihan mulut dan meningkatkan kesehatan jaringan periodontal. Retainer yang juga bersifat terapeutik lebih jarang digunakan dalam praktik klinis, terutama untuk ketidaksejajaran yang sederhana (maloklusi) atau pada kasus-kasus di mana pasien terburu-buru untuk melepaskan alat cekat pada tahap perawatan selanjutnya dan ada beberapa masalah.