Antara 85% dan 90% dari keadaan darurat skrotum disebabkan oleh torsio testis, torsio adneksa testis, orkitis dan epididimitis. Ada juga syringomyelia yang terinfeksi, tumor testis, hernia yang tertahan, trauma skrotum, edema skrotum spontan, purpura alergi, dan, jarang, akibat infeksi intra-abdomen (mis. peritonitis, radang usus buntu).