Perawatan kaki untuk pasien diabetes

Orang biasanya tidak terlalu peduli tentang kaki mereka, tetapi ketika Anda menderita diabetes, penting untuk mengawasi kondisi kaki Anda.

Seiring waktu, gula darah tinggi dapat merusak saraf di kaki tubuh, yang dapat menyebabkan hilangnya sensasi pada kaki. Ini adalah neuropati, kata Dr Robert W. Herpen, seorang ahli penyakit kaki dan profesor di Temple University College of Podiatric Medicine di Philadelphia, AS. Neuropati juga dapat menyebabkan gejala seperti rasa terbakar, nyeri atau kesemutan.

Selain itu, terlalu banyak gula dalam darah dapat merusak arteri dan mengurangi aliran darah ke kaki. “Jika ada trauma (seperti luka), tubuh tidak dapat memperbaiki infeksi dengan aliran darah yang cukup,” kata Herpen. Hal ini bisa menyebabkan infeksi yang tidak terkendali, gangren (kematian jaringan), infeksi tulang dan bahkan amputasi.

Mengidap diabetes tidak selalu menyebabkan komplikasi kaki. Tetapi pasien harus tetap memperhatikan kesehatan mereka.

Langkah pertama? Untuk melakukan ini, kata Herpen, pasien perlu makan makanan sehat, memeriksa jumlah karbohidrat yang mereka konsumsi, dan berolahraga secara teratur. Jika perlu, pasien juga perlu menurunkan berat badan.

Langkah selanjutnya? “Periksa kaki Anda setiap hari untuk mengetahui adanya infeksi,” kata Herpen. Gunakan cermin untuk dapat memeriksa dengan lebih baik, atau mintalah bantuan kerabat atau teman.

Perhatikan dengan cermat setiap perubahan warna kulit, serta setiap luka, jagung, kapalan, lecet atau kuku kaki yang tumbuh ke dalam. Jika jagung atau kapalan muncul, “jangan coba-coba mengobatinya sendiri”, kata Herpen, “dan jangan menghilangkannya sendiri”. Sebaliknya, temui ahli penyakit kaki.

Perawatan kaki sehari-hari sama pentingnya dengan pemeriksaan kaki setiap hari, kata Herpen, yang mengatakan untuk mencuci kaki Anda dengan air hangat, menggunakan sabun lembut, mengeringkannya dengan lembut dan melembabkan dengan lotion. Namun demikian, jangan mengoleskannya di antara jari-jari kaki karena kelembapan yang berlebihan dapat menyebabkan infeksi.

Langkah-langkah lain apa lagi yang dapat diambil pasien untuk menghindari komplikasi? Herpen mengatakan untuk tidak bertelanjang kaki, bahkan di rumah. Kaki telanjang dapat menyebabkan cedera pada kaki jika Anda menginjak sesuatu tanpa disadari.

Herpen merekomendasikan agar pasien mengenakan kaus kaki putih. “Jika terjadi ulkus atau lepuh, hal ini akan tercermin dalam kaus kaki” sehingga orang akan terdorong untuk mencari pengobatan dini.

Kenakan sepatu yang tepat. Carilah sepatu yang nyaman dengan bantalan ganda dan sepatu kulit yang lembut untuk menghindari lecet akibat gesekan pada kaki.

“Yang paling penting adalah memilih sepatu yang tepat,” kata Herpen, seraya menambahkan, bahwa jika penyakit ini mengubah bentuk kaki pasien, maka sepatu untuk penderita diabetes dapat dipilih berdasarkan rekomendasi dokter.

Herpen juga mengatakan bahwa jika pasien mengalami neuropati, maka pengobatan bisa membantu.

Untuk menghindari masalah kaki, American Diabetes Association merekomendasikan agar pasien mengontrol gula darah mereka, memeriksa kaki mereka setiap hari dan menjaga kebersihan kaki, dan mengunjungi dokter atau ahli penyakit kaki untuk pemeriksaan kaki setidaknya setiap 12 bulan. Herpen mengatakan untuk meningkatkan frekuensi kunjungan ke dokter jika ada masalah kaki yang muncul.

Kami melihat orang-orang berusia 80-an atau 90-an yang masih memiliki kesehatan kaki yang baik karena mereka menjaga kadar gula darah mereka,” kata Herpen. Jika ada perubahan, mereka akan menemui ahli penyakit kaki”.

Tanyakan kepada dokter Anda

Perubahan kaki apa yang harus saya perhatikan?
Bagaimana saya harus memeriksa kaki saya?
Bagaimana saya harus memangkas kuku kaki saya?
Apa yang bisa saya lakukan untuk melindungi kaki saya?
Bagaimana cara mengatasi kulit kering pada kaki saya?
Seberapa sering saya harus memeriksakan kaki saya?