Tidak ada tes yang paling efektif untuk memastikan diagnosis bronkiektasis. Diagnosis bronkiektasis harus dilakukan melalui analisis dan penilaian yang komprehensif terhadap gejala klinis, tes laboratorium, tes pencitraan, dan hasil lainnya. 1. Gejala klinis: Gejala klinis yang paling umum yang disebabkan oleh bronkiektasis meliputi batuk, dahak, hemoptisis, sesak napas dan nyeri dada, dan jumlah batuk serta dahak akan meningkat secara signifikan bila dikombinasikan dengan infeksi. Bunyi ronki dapat didengar dengan auskultasi. 2. Pencitraan: CT dada beresolusi tinggi adalah modalitas pencitraan utama untuk diagnosis bronkiektasis. 3. Tes laboratorium: Penanda inflamasi darah, imunoglobulin, elektroforesis protein, tes mikrobiologi dan analisis gas darah juga penting untuk diagnosis dan penilaian bronkiektasis. Jika diagnosis bronkiektasis telah dikonfirmasi, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang wajar dan terstandardisasi di bawah bimbingan dokter.