Gigi kita seperti akar pohon yang tertanam jauh di dalam bumi, akar gigi tumbuh di dalam tulang alveolar. Dalam keadaan normal, gigi dapat sedikit longgar dalam satu milimeter, yang merupakan gerakan fisiologis yang melindungi gigi. Gigi yang longgar juga normal terjadi pada saat pergantian gigi susu dan biasanya tidak memerlukan perawatan. Gigi yang longgar yang tidak biasa terutama disebabkan oleh periodontitis. Peradangan di sekitar akar gigi menyebabkan kemerahan dan pembengkakan pada gusi, resorpsi tulang alveolar dan resesi gusi, yang menghasilkan serangkaian gejala seperti gigi goyang, melebarnya celah dan makanan yang tumbuh ke dalam. Selain itu, serat elastis di sekitar akar gigi rusak akibat benturan traumatik atau gigitan benda keras, yang dapat melonggarkan atau bahkan menggeser gigi. Gigi individu juga dapat menjadi longgar jika menggigit dengan kekuatan yang terlalu besar atau memiliki kebiasaan buruk menggemeretakkan gigi pada malam hari atau mengatupkan gigi. Jika peradangan pulpa (saraf) meluas ke jaringan perifer akar gigi dan menyebabkan peradangan, gigi juga dapat menjadi longgar, dalam hal ini peradangan pulpa dan jaringan periapikal harus dirawat terlebih dahulu. Namun, penuaan tubuh yang sederhana tidak menyebabkan gigi goyang, dan pepatah umum “gigi goyang” adalah kesalahpahaman yang sudah berlangsung lama. Untuk merawat gigi goyang, penyebab gigi goyang harus diidentifikasi dan perawatannya harus tepat sasaran. Gigi goyang yang disebabkan oleh periodontitis harus dilihat sedini mungkin dan memerlukan perawatan periodontal spesialis. Perawatan dasar terdiri dari scaling, pengikisan subgingiva dan root planing untuk menghilangkan plak dan karang gigi dari mahkota gigi dan permukaan akar untuk mengurangi peradangan di sekitar gigi dan memperlambat resorpsi tulang alveolar, yang dapat memakan waktu 3-5 sesi untuk menyelesaikannya. Setelah perawatan periodontal dasar, gigi depan bawah yang longgar secara signifikan dapat diikat dan diperbaiki bersama untuk meningkatkan stabilitas dan waktu retensi gigi. Karena periodontitis adalah penyakit yang berulang dan tidak dapat disembuhkan, perawatan bukanlah prosedur sekali jadi dan untuk selamanya, dan memerlukan peninjauan ulang dan perawatan ulang setiap 3-6 bulan. Jika peradangan tidak kunjung reda dari waktu ke waktu, operasi periodontal dapat dilakukan sesuai dengan kebijaksanaan dokter untuk mengendalikan peradangan. Jika gigi sangat longgar dan peradangan di sekitarnya meluas, retensi yang enggan dapat menyebarkan peradangan ke gigi yang berdekatan, menyebabkan gigi menjadi longgar dan oleh karena itu gigi yang sangat longgar perlu dicabut sebelum perawatan periodontal penuh. Gigi goyang yang disebabkan oleh trauma tidak boleh diabaikan dan semakin cepat dirawat, semakin baik hasilnya. Gigi goyang yang disebabkan oleh masalah oklusal harus didiagnosis oleh dokter gigi. Jika terdapat periodontitis, perawatan periodontal harus dilakukan terlebih dahulu dan kemudian sejumlah kecil gigi harus diasah ulang untuk mengembalikan hubungan oklusal yang benar, sementara pasien yang menggemeretakkan gigi di malam hari harus memakai bantalan rahang untuk mengurangi kerusakan pada gigi. Gigi yang goyang karena peradangan periapikal harus dirawat terlebih dahulu. Setelah perawatan saluran akar (mematikan saraf), gigi yang goyang akan berkurang seiring dengan meredanya peradangan periapikal.