Bagaimana cara menentukan ADHD pada anak berusia 3 tahun

  ADHD, yang juga dikenal sebagai Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), dapat dimulai sekitar usia tiga tahun. Anak-anak ini memiliki kecerdasan normal atau mendekati normal, tetapi memiliki defisit dalam pembelajaran, perilaku dan emosi. Ada atau tidaknya ADHD pada anak usia 3 tahun umumnya dapat ditentukan berdasarkan presentasi klinis dan tes tambahan.  1. Penilaian ADHD pada anak usia 3 tahun 1. Penilaian berdasarkan kinerja klinis (1) Aktivitas berlebihan: dimanifestasikan oleh aktivitas ekstra, gerakan tangan dan kaki yang sering tanpa henti, ketidakmampuan untuk duduk diam, terlalu banyak bicara, dll.; (2) Kesulitan dalam konsentrasi: seperti ketidakmampuan untuk mendengarkan dengan tenang, ketidakmampuan untuk berkonsentrasi pada sesuatu, ketidakmampuan untuk memperhatikan hal-hal yang detail, kecerobohan, melewatkan sesuatu, dll.; (3) Perilaku impulsif: dimanifestasikan oleh pengendalian diri yang buruk, mudah tersinggung, menangis, dan impulsif pada anak.  Gejala-gejala di atas adalah gejala inti ADHD dan biasanya memiliki nilai diagnostik.  (1) Tes neurofisiologis: termasuk EEG dan tes variabel perhatian, yang dapat secara langsung mendeteksi keseluruhan fungsi fisiologis sistem saraf; (2) Tes perilaku: perilaku abnormal dapat dideteksi melalui wawancara dengan anak, orang tua dan guru, dan juga dapat secara langsung dideteksi dan dinilai melalui skala perilaku; (3) Tes psikologis: termasuk tes kecerdasan, tes perhatian dan tes psikologis lainnya, yang dapat menilai apakah anak memiliki ADHD dan tingkat keparahannya. (3) Tes psikologis: Ini termasuk tes kecerdasan, tes perhatian dan tes psikologis lainnya untuk menilai keberadaan dan tingkat keparahan ADHD.  Pengobatan ADHD pada anak-anak didasarkan pada pengobatan yang komprehensif, terutama termasuk pengobatan dan terapi perilaku, sebagai berikut: 1) Obat-obatan: di bawah bimbingan dokter, misalnya, obat-obatan seperti Concentrate, Ritalin, dll.; 2) Terapi perilaku: termasuk manajemen diri, manajemen waktu, kontrol perilaku di sekolah dan di rumah, dll. Pelatihan perilaku juga dapat dilakukan di lembaga medis profesional untuk memperbaiki gejala anak. Gejala.