Apakah perlu melakukan beberapa tes untuk penderita hipertensi?

  Pasien dengan hipertensi sering diminta untuk menjalani USG, tes darah dan urine, dan bahkan CT atau tes khusus lainnya selama konsultasi. Kunci dari persepsi ini adalah kurangnya pemahaman yang komprehensif tentang hipertensi.  Hipertensi primer umumnya memerlukan pengobatan antihipertensi seumur hidup, sedangkan hipertensi sekunder sering disebabkan oleh penyakit tertentu dan memerlukan pengobatan aktif terhadap penyebab primernya. Ketika hipertensi terdeteksi, dokter harus melakukan penilaian menyeluruh terhadap pasien untuk menentukan jenis hipertensi yang ada. Oleh karena itu, pasien dengan hipertensi perlu menjalani tes berikut: 1. Pengukuran tekanan darah: termasuk pengukuran tekanan darah sesekali di klinik rawat jalan, pemantauan tekanan darah rawat jalan, untuk membuat penilaian menyeluruh terhadap tekanan darah pasien. 2. Pemeriksaan urin rutin: untuk melihat apakah fungsi ginjal pasien terganggu. Jika terdapat protein dan sel darah merah, penting untuk memahami hubungan sebab akibat antara hipertensi dan kerusakan ginjal. 3. Tes biokimia darah: Glukosa darah, lipid, nitrogen urea, kreatinin, dll. dapat diperiksa. Karena faktor-faktor ini sering merupakan “sindrom metabolik” bersama dengan hipertensi, maka indikator-indikator ini perlu dinilai.4. CT atau MRI: penting dalam mendeteksi lesi ginjal, adrenal dan intrakranial.5. EKG: menilai regangan ventrikel kiri dan menentukan iskemia miokard.6. Ekokardiografi. Pemeriksaan ini lebih sensitif terhadap hipertrofi ventrikel kiri daripada EKG, dan juga dapat mengukur fungsi ventrikel dan fraksi ejeksi. 7. Pemeriksaan fundus: Ini adalah salah satu indikator yang paling penting untuk menentukan prognosis hipertensi. 8. Pengukuran fungsi arteri: Untuk memahami tingkat arteriosklerosis dan kemungkinan stenosis atau penyumbatan.  Oleh karena itu, ketika tekanan darah tinggi ditemukan, penting untuk menemui dokter spesialis untuk pemeriksaan yang jelas dan pengobatan simtomatik terlebih dahulu agar tidak menunda kondisi tersebut.