Hemoglobin adalah protein khusus yang mengangkut oksigen di dalam sel darah merah, yang merupakan komponen utama sel darah merah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar anemia didiagnosis pada pria dewasa dengan kadar hemoglobin <130g/L dan wanita dewasa dengan kadar hemoglobin <120g/L, sedangkan kriteria anemia dalam negeri didasarkan pada kadar hemoglobin kurang dari 120g/L pada pria dan 110g/L pada wanita. Ada banyak penyebab anemia, termasuk berkurangnya sintesis sel darah merah, seperti anemia aplastik, anemia defisiensi zat besi, dan anemia megaloblastik. Peningkatan penghancuran sel darah merah, seperti anemia hemolitik; dan kehilangan sel darah merah yang berlebihan, seperti perdarahan dan aliran menstruasi yang berlebihan pada wanita. Selain anemia karena perdarahan, yang memerlukan konsultasi di departemen atau ruang gawat darurat yang sesuai, anemia karena penyebab lain dapat dilihat di hematologi untuk mengidentifikasi penyebabnya dan mengobatinya dengan tepat. Beberapa pasien dengan anemia defisiensi besi dan anemia megaloblastik dikaitkan dengan asupan zat besi, asam folat dan vitamin B12 yang tidak memadai, dan dapat diobati dengan suplemen makanan sebagai tambahan dari obat-obatan. Pasien dapat mengonsumsi makanan kaya zat besi seperti daging merah (daging babi, sapi, domba, dll.), hati hewan dan produk darah hewan, serta meningkatkan asupan vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi. Penderita anemia megaloblastik dapat mengonsumsi daging merah, sayuran berdaun hijau segar, dan buah-buahan untuk membantu meningkatkan kadar hemoglobin dalam tubuh.