Bekas luka keloid linear adalah bekas luka linear yang terjadi setelah penyembuhan trauma tajam atau sayatan bedah. Proliferasi lebih jelas terlihat 0-6 bulan setelah pembedahan dan kemudian secara bertahap melunak membentuk jaringan parut linier yang keabu-abuan, lebih rata dan lebih lembut. Pada beberapa kasus, terjadi hiperplasia parut dan muncul bekas luka yang tebal dan lurik. Pencegahan: 1. Bersihkan luka segera setelah trauma, buang sebanyak mungkin jaringan nekrotik dan jaringan yang terkontaminasi, rapikan jaringan yang terluka ke kulit normal, jahit berlapis-lapis, dan kurangi sepenuhnya ketegangan pada area yang tegang. 2. Lepaskan jahitan sedini mungkin: setelah jahitan dilepas, gunakan bio-lem untuk aplikasi eksternal atau plester hipotonik untuk hipotensi agar tidak meninggalkan bekas luka seperti kaki kelabang. 3. Lakukan tindakan pengurangan ketegangan secara dini dan terus menerus untuk mencegah pertumbuhan dan pelebaran bekas luka. 4. Suntikan obat: gunakan obat pelembut bekas luka seperti tretinoin dan Depo-Provera untuk menghambat proliferasi bekas luka. 5. Perawatan dini dengan produk berbasis silikon setelah penyembuhan luka untuk mendorong pematangan bekas luka. Misalnya: film silikon dan gel silikon. Perawatan: 1. Pembentukan ulang bedah: Pembentukan ulang Z, pembentukan ulang W, dll. Perhatikan jahitan reduksi dan penyelarasan dermis dan epidermis yang tepat selama operasi. 2, perawatan laser atau frekuensi radio: gunakan laser, frekuensi radio, penggilingan, dan metode perawatan lainnya untuk lebih meningkatkan. Misalnya: laser fraksional CO2, mikrodermabrasi, frekuensi radio plasma mikro, dll. 3 . Obat anti bekas luka: misalnya krim cumene, Conrad, Schoenstatt, Barker, dll. 4 . Produk silikon: tambalan bekas luka, musuh bekas luka, Mepi, dll.