Tubuh manusia merasakan gerakan tubuh dan mengontrol keseimbangan terutama dari sistem vestibular, okular dan sistem sensoriknya sendiri. Mabuk perjalanan terjadi ketika sistem sensorik tubuh yang berbeda tidak memiliki informasi yang sama tentang gerakan dan konflik.
Misalnya, ketika kita naik mobil, tubuh kita merasakan gerakan bergelombang, tetapi mata kita melihat mobil relatif diam, sistem vestibular di telinga merasakan informasi yang berbeda, kemudian otak menerima informasi yang bercampur aduk ini, menciptakan konflik, dan tubuh mengalami gejala ketidaknyamanan seperti pusing, mual dan muntah.