Pleuritis supuratif disebut sebagai abses dada; abses dada akut, infeksi akut pada pleura yang menyebabkan nanah terakumulasi dalam rongga pleura. Etiologi: Pneumonia adalah penyebab paling umum. Infeksi intrapulmoner seperti abses paru dan dilatasi bronkial juga dapat mempersulit abses toraks, dan beberapa disebabkan oleh penyebaran infeksi dari organ atau jaringan di sekitarnya. Manifestasi klinis: sesak napas mendadak, demam tinggi, denyut nadi cepat, batuk, nyeri dada, kelemahan umum dan bahkan syok. Pada kebanyakan kasus, gejala-gejala ini muncul kembali secara tiba-tiba setelah pneumonia teratasi. Sepsis sekunder akibat campak atau septicaemia sangat beracun dan memiliki banyak komplikasi. Anak-anak dengan septic chests juga cenderung mengalami malnutrisi dan anemia. Diagnosis: Sinar-X memperlihatkan bayangan padat yang disebabkan oleh efusi pleura; pemeriksaan CT lebih visual dan meyakinkan dan paling umum digunakan. Thoracentesis dan aspirasi nanah dapat memastikan diagnosis. Pengobatan: Kontrol awal infeksi dan drainase nanah dengan thoracentesis atau drainase tertutup untuk meningkatkan ekspansi paru-paru dan memulihkan fungsi. Terapi dukungan nutrisi juga diintensifkan. Jika paru-paru tetap atelektatik setelah 4-6 minggu pengobatan, diperlukan debridemen pelat serat pleura, dengan eksplorasi intraoperatif jaringan paru-paru dan, jika perlu, lobektomi.