Vulva lichen planus dan leukoplakia vulva berbeda dalam hal etiologi, manifestasi klinis, dan pengobatan.
1. Etiologi: panu terutama merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi Candida albicans; penyebab leukoplakia vulva masih belum jelas, dan sebagian besar dianggap terkait dengan perubahan tingkat hormon, fungsi kekebalan tubuh, stimulasi lokal, dan faktor lainnya.
2. Manifestasi klinis: pasien dengan panu memiliki papula datar yang meradang, papula ditutupi dengan lapisan sisik putih keperakan dan manifestasi ruam lainnya, disertai rasa gatal yang jelas; pasien dengan leukoplakia vulva memiliki rasa gatal yang jelas, dan beberapa di antaranya mungkin memiliki bercak putih pada kulit lokal.
3. Pengobatan: pasien dengan panu dapat menggunakan krim terbinafin, salep mikonazol dan pelapis luar lainnya seperti yang diresepkan oleh dokter, dan jika perlu, kombinasikan dengan tablet flukonazol, tablet terbinafin untuk oral; pasien dengan leukoplakia vulvae dapat menggunakan salep budesonide dan sediaan lain untuk pelapis luar seperti yang diresepkan oleh dokter, dan jika perlu, dapat dikombinasikan dengan sediaan antihistamin seperti loratadin untuk memperbaiki gejala secara oral.
Untuk wanita dengan gatal pada vulva, dianjurkan untuk pergi ke rumah sakit secara teratur tepat waktu, menyelesaikan pemeriksaan yang relevan, dan mengklarifikasi penyebab penyakit di bawah bimbingan dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.