(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan ilmiah dan informasi dalam konten berikut telah diproses untuk melindungi privasi pasien)
Abstrak: Pasien ini telah diperiksa selama bertahun-tahun karena miopia tinggi yang semakin dalam setiap tahunnya. Pemeriksaan menunjukkan kekeruhan vitreous yang disebabkan oleh miopia patologis. kekeruhan vitreous yang mengikuti miopia tinggi sangat berbahaya, dengan kemungkinan ablasi retina dan, yang terburuk, bahkan kebutaan, dan harus segera diobati. Setelah perawatan dengan konsolidasi sklera posterior pada kedua mata, miopia pasien dan pertumbuhan sumbu secara efektif terkontrol dan pengaburan vitreous berkurang secara signifikan.
[Informasi Dasar] Pria, 35 tahun
Jenis penyakit】 Opasitas vitreous
Rumah Sakit】Rumah Sakit Rakyat Keenam Shanghai
Tanggal Konsultasi】 Mei 2020
Rencana Perawatan】Pengobatan bedah (konsolidasi sklera posterior pada kedua mata)
Masa Perawatan】 1 minggu di rumah sakit, peninjauan rutin
Hasil】Kedua mata pulih dengan baik setelah operasi, pertumbuhan sumbu mata terkendali dan miopia stabil
I. Konsultasi Awal
Pasien melaporkan bahwa dia telah bekerja di industri Internet selama hampir 20 tahun dan miopia-nya telah meningkat dari tahun ke tahun, dari 1.000 derajat pada awal karirnya menjadi 1.700 derajat, dan bahwa dia menghabiskan hampir 10 jam sehari bekerja di depan komputer, yang sangat intensif.
Kami mengamati bahwa kacamata pasien tebal, matanya sedikit cembung dan dia sangat cemas. Pemeriksaan fundus berikutnya menunjukkan penampilan fundus “seperti macan tutul” di kedua mata, dengan atrofi epitel pigmen retina yang luas, titik arkuata miopik di sekitar cakram optik, dan fokus atrofi di sebelah makula di mata kiri. Pemeriksaan ultrasonografi menunjukkan tonjolan posterior oval panjang terbatas pada kedua mata, “staphyloma skleral posterior” dan kekeruhan vitreous ringan.
Pada pemeriksaan, pasien didiagnosis dengan miopia patologis (miopia aksial) pada kedua mata, staphyloma skleral posterior pada kedua mata dan vitreous clouding pada kedua mata.
II. Riwayat pengobatan
Sumbu mata dan miopia pasien meningkat setiap tahun, dengan sumbu mata lebih besar dari 2 mm dan miopia lebih besar dari 100 derajat, sehingga menyebabkan kekeruhan vitreous. Aspek posterior sklera diperkuat secara mekanis untuk mencegah pertumbuhan sumbu mata dan miopia untuk mengobati kekeruhan vitreous. Tindak lanjut pasca-operasi secara teratur, termasuk pemeriksaan optometri, aksial dan fundus, diperintahkan.
III. Hasil pengobatan
Operasi pasien berjalan sangat lancar dan pasien merasa sehat setelah operasi. Setelah 1 minggu pengobatan, pasien keluar dari rumah sakit setelah pemulihan dasar dan 1 tahun kemudian, miopia dan pertumbuhan aksial pasien terkontrol dengan baik dan pemeriksaan fundus lebih lanjut mengungkapkan bahwa gejala kekeruhan vitreous telah berkurang secara signifikan dan kualitas hidup pasien telah sangat meningkat.
IV. Catatan
Sungguh memuaskan mengetahui bahwa miopi tinggi pasien telah ditangani sedemikian rupa. Namun demikian, poin-poin berikut ini tidak boleh dianggap enteng dalam kehidupan sehari-hari.
1. Kembangkan kebiasaan mata yang baik, lebih sering berjalan-jalan, kurangi penggunaan produk elektronik dan lebih sering melihat ke kejauhan.
2. Makan makanan ringan, hindari makanan pedas dan dingin, konsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan, dan minum lebih banyak air.
3. Hindari olahraga yang berat dan merangsang. Ablasio retina dapat dengan mudah disebabkan oleh kekeruhan vitreous yang disebabkan oleh miopi tinggi, dan ada risiko kebutaan begitu olahraga berbahaya seperti bungee jumping dilakukan.
4. Perhatikan kondisi mata setelah keluar dari mata, dan mintalah konsultasi medis jika ada ketidaknyamanan.
V. Wawasan pribadi
Kekeruhan vitreous biasanya disebabkan oleh trauma dan perubahan organik lainnya, tetapi juga dapat disebabkan oleh miopia tinggi dan pertumbuhan sumbu mata, seperti dalam kasus ini, dan harus diobati dengan pembedahan pada akarnya dan dengan perawatan mata pasca operasi. Penting juga untuk memperhatikan pasien dan dokter, sehingga diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius seperti kebutaan. Penyakit ini dapat dicegah dengan mengurangi penggunaan perangkat elektronik dan mendapatkan lebih banyak paparan sinar matahari di luar ruangan.