Nyeri dada, dada sesak, sesak napas

Nyeri dada dengan sesak dada yang ditandai dan sesak napas terlihat karena berbagai alasan, misalnya, pasien dengan pneumotoraks spontan akan tiba-tiba muncul dengan nyeri dada yang memburuk secara progresif, disertai sesak dada, sesak napas, diperburuk oleh aktivitas, dan dalam kasus yang parah, dispnea. Pada orang muda, sebagian besar disebabkan oleh pecahnya lepuh paru, terutama pada pasien yang kurus dan tinggi; pada orang yang lebih tua, harus ada riwayat penyakit paru obstruktif kronik, dan biasanya batuk dan mengi yang berulang, dan pembedahan adalah pilihan jika perlu. Ada juga pasien yang menderita penyakit jantung, misalnya, pasien dengan iskemia miokard akan hadir dengan nyeri jantung anterior yang signifikan, disertai sesak dada, jantung berdebar-debar saat beraktivitas, sesak napas, dan juga perubahan signifikan dalam tekanan darah serta detak jantung. Diet rendah garam, rendah lemak, pemantauan EKG secara teratur dan pengobatan sistematis, termasuk obat anti-platelet dan obat untuk mengontrol denyut jantung dan tekanan darah, harus diperhatikan.