Kelemahan otot timoma umumnya parah.
Sekitar 18-50 persen pasien dikaitkan dengan miastenia gravis, yang disebabkan oleh disfungsi transmisi persimpangan saraf-otot yang menyebabkan kelemahan otot umum dan kelelahan yang memburuk dengan aktivitas dan cukup berkurang dengan istirahat.
Ketika miastenia gravis terjadi, otot-otot seluruh tubuh akan terpengaruh, sehingga menimbulkan gejala klinis yang sesuai.
Jika otot mata terlibat, maka akan menyebabkan kesulitan membuka mata atau diplopia, jika otot tungkai terlibat, maka akan menyebabkan kelemahan pada tungkai, jika otot pernapasan terlibat, maka dapat menyebabkan gagal napas, yang akan mengancam nyawa, sehingga timoma miastenia gravis umumnya serius.
Setelah terjadinya timoma miastenia gravis, perlu berkonsultasi dengan bagian bedah toraks tepat waktu, dan mengikuti petunjuk dokter untuk reseksi bedah, pengobatan, radioterapi dan sebagainya.