Bisakah Anda makan beras ketan dengan diabetes?

Penderita diabetes dapat makan beras ketan, tetapi yang terbaik adalah memakannya dalam kombinasi dengan makanan pokok lainnya, dan Anda biasanya dapat memasukkannya ke dalam nasi campuran Anda. Indeks glikemik beras ketan lebih tinggi daripada beras biasa, yang berarti makan beras ketan saja akan menaikkan gula darah lebih cepat daripada nasi, sehingga tidak dianjurkan bagi penderita diabetes untuk makan beras ketan saja sebagai makanan pokok. Namun, jika dikombinasikan dengan biji-bijian kasar lainnya, secara signifikan dapat mengurangi laju kenaikan gula darah, sehingga dapat dimakan bersama dengan biji-bijian kasar lainnya seperti millet, beras hitam, soba, beras merah, gandum, kacang merah, dan kacang hijau untuk membuat campuran nasi. Selain itu, ada juga beberapa tips untuk memperlambat laju peningkatan gula darah setelah makan: 1. Makan bersama dengan sayuran, daging, dan telur, yang dapat mengurangi nilai GI (indeks glikemik) makanan campuran, dan serat makanan dalam sayuran dan protein dalam daging dan telur dapat memperlambat laju peningkatan gula darah setelah makan. 2. Ubah urutan makan, makan sayuran terlebih dahulu, lalu daging dan telur, dan akhirnya makan makanan utama, yang juga dapat secara signifikan memperlambat laju peningkatan gula darah setelah makan. Yang paling penting adalah memiliki pola makan yang seimbang. Setiap kali makan dapat dimakan dengan perbandingan sayuran: protein (daging, telur, produk kedelai): makanan pokok = 2:1:1.