Kejang dapat disebabkan oleh sinkronisasi pelepasan neuron abnormal di otak. Kejang dapat ditandai dengan hilangnya kesadaran, fleksi tungkai atas, ekstensi tungkai bawah, serta gigi tertutup atau mulut berbusa. Pasien biasanya memiliki riwayat epilepsi sebelumnya dan dapat diberikan EEG setelah mengonsumsi obat antiepilepsi oral untuk memastikan diagnosis. Kejang pasien mirip dengan kejang epilepsi, tetapi anggota tubuh pasien dalam keadaan lurus dan anggota tubuh bagian atas tidak tertekuk atau hipertonik. Setelah pengobatan simtomatik atau relaksasi emosional, kejang-kejang pasien dapat membaik secara signifikan, dan tidak ada bentuk gelombang abnormal pada EEG.