Ada banyak jenis ruam yang rentan dialami bayi, termasuk ruam makulopapular, pemfigus dan ruam yang melepuh, dan dokter anak sering dengan mudah mengidentifikasi penyebab yang berbeda berdasarkan waktu kemunculannya, distribusi morfologi dan manifestasi klinis yang menyertainya. Mari kita bicara tentang cacar air, ruam yang umum terjadi pada bayi. 1. Gambaran klinis Cacar air adalah infeksi virus akut yang ditularkan melalui kontak atau transmisi droplet. Hal ini umum terjadi pada musim dingin dan musim semi dan terutama terlihat pada anak-anak berusia 2 hingga 6 tahun. Setelah terinfeksi, anak-anak akan mengalami demam rendah (di bawah 38°C) dan sakit tenggorokan. Ruam muncul sehari setelah timbulnya demam, pertama di kepala, batang tubuh dan ketiak, dan secara bertahap menyebar ke wajah dan ekstremitas. Ini dimulai sebagai ruam merah, yang berubah menjadi ruam papular setelah beberapa jam dan kemudian menjadi herpes berbentuk oval yang dikelilingi oleh lingkaran merah seukuran butiran beras hingga kacang hijau setelah beberapa jam. Ruam lebih sering terjadi pada tubuh anak dan lebih jarang terjadi pada wajah dan ekstremitas. Lepuhan secara bertahap mengering setelah beberapa hari, kemudian mengeras dan akhirnya rontok. Karena ruam muncul secara berkelompok, makula, lepuh kecil dan kerak dapat terlihat pada kulit pada saat yang bersamaan. 2. Perawatan di rumah Berhati-hatilah untuk beristirahat, minum banyak air dan makan makanan yang mudah dicerna ketika Anda demam. Jaga kebersihan kulit Anda, ganti pakaian Anda secara teratur, dan jangan menggaruk lepuh untuk mencegah infeksi. Obat anti-virus seperti Banlangen dapat diminum. Jika ada infeksi sekunder, gunakan antibiotik di bawah bimbingan dokter. Bayi harus diisolasi sampai ruam benar-benar berkerak dan kering. 3. Prognosis Biasanya tidak ada jaringan parut dan kekebalan seumur hidup setelah penyembuhan. Vaksin cacar air telah dikembangkan dan tersedia pada usia 1 hingga 12 tahun.