Rambut putih pada skrotum dianggap disebabkan oleh faktor non-penyakit (misalnya penuaan, stres, dll.) atau faktor penyakit (misalnya malnutrisi, albinisme, dll.), dan dianjurkan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. 1. Faktor-faktor non-penyakit: (1) Penuaan: Seiring bertambahnya usia, aktivitas enzim laminase dalam melanosit secara bertahap akan berkurang atau bahkan hilang, yang mengakibatkan tumbuhnya rambut putih pada skrotum. (2) stres mental: stres mental, kelelahan yang berlebihan, dll., Dapat mempengaruhi fungsi tubuh dan sintesis melanosit, menghasilkan rambut putih skrotum. 2. Faktor penyakit: (1) malnutrisi: pola makan yang tidak seimbang atau diet yang berlebihan dapat memicu malnutrisi, sehingga tubuh kekurangan nutrisi (terutama protein), sehingga mempengaruhi sintesis melanin, memicu timbulnya bulu-bulu putih pada skrotum, selain itu pasien juga akan tampak kehilangan berat badan, kelelahan dan gejala-gejala lainnya. (2) albinisme: penyakit keturunan, tubuh pasien kekurangan atau tidak ada pembentukan melanin, sehingga pada skrotum pasien tumbuh rambut putih panjang. Selain itu, ada banyak penyebab lain yang dapat menyebabkan skrotum rambut putih panjang (seperti vitiligo), disarankan agar pasien berkonsultasi dengan dokter tepat waktu, untuk mengecualikan faktor fisiologis, dan kemudian mengikuti instruksi dokter tentang penyebab pengobatan.