Gigi yang baik adalah jaminan dasar untuk menjaga kesehatan yang baik, dan ini sangat penting bagi lansia. Karakteristik gigi lansia umumnya dimanifestasikan sebagai empat lagi: Pertama, ada lebih banyak kesenjangan: ketika orang mencapai usia tua, gusi dan jaringan periodontal mengalami atrofi, sehingga kesenjangan antara gigi secara bertahap meningkat, yang dapat dengan mudah menyebabkan inklusi makanan, sehingga mengarah pada terjadinya dan perkembangan karies permukaan akar dan resorpsi patologis jaringan periodontal, yang mengakibatkan cacat gigi dan melonggarkan dan patologi lainnya. Yang kedua adalah bahwa gigi dengan sisa akar dan mahkota dapat dengan mudah rusak oleh perkembangan karies permukaan akar dan resorpsi patologis jaringan periodontal. Kedua, ada banyak sisa akar dan mahkota: hal ini disebabkan oleh keausan gigi jangka panjang, karies, cacat berbentuk baji dan alasan lain yang belum dikontrol dan diobati secara efektif, atau karena ketakutan pasien akan penambalan dan pencabutan serta penundaan perawatan. Ketiga, ada banyak keausan gigi: setelah puluhan tahun digunakan, enamel (email) pada permukaan gigi pada dasarnya telah aus, dentin terbuka, permukaan gigi menjadi rata dan gigi menjadi lebih pendek. Hal ini menyebabkan pengunyahan yang tidak efisien dan hipersensitivitas dentin, seperti tidak bisa menggigit saat makan, tidak bisa makan sesuatu yang dingin atau panas, dll. Beberapa juga dapat berkembang menjadi pulpitis, peradangan periapikal, dan rasa sakit yang terus-menerus. Keempat, ada banyak cacat berbentuk baji: di leher gigi orang tua, cacat berbentuk alur melintang sering terlihat, yang terutama disebabkan oleh lingkungan asam lokal dari korosi gigi, penyikatan gigi yang salah dalam jangka panjang, dll.. Cacat berbentuk baji dapat menyebabkan sensasi seperti hipersensitivitas dan rasa sakit pada gigi, dan dapat diikuti oleh komplikasi seperti karies dan fraktur gigi melintang. Lansia dapat memeriksa sendiri giginya dengan melihat warna gusi, adanya nanah, adanya tekanan dan rasa sakit, dan jika ada gigi palsu, gigi tersebut harus dilepas dan diperiksa. Kemudian buka mulut Anda dan periksa gigi Anda, perhatikan apakah ada kelonggaran, akar yang terbuka, bintik-bintik hitam atau gigi berlubang pada permukaan gigi, atau karang gigi. Jika ada kemerahan dan pembengkakan gusi, lubang pada gigi dan makanan yang tidak dapat dengan mudah dihilangkan, segera pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan atau perawatan. Sisa akar, gigi mahkota dan gigi lepas yang sudah jelas tidak dipertahankan harus dicabut sesegera mungkin tanpa rasa kasihan. Penting juga untuk memasang sepasang gigi palsu yang sesuai pada waktunya.