Pasien dengan otitis media dapat mengalami batuk. Otitis media sering kali sekunder akibat infeksi pada saluran pernapasan bagian atas, sehingga pasien sering kali mengalami sakit tenggorokan yang disertai batuk. Telinga tengah dan rongga faring dihubungkan oleh tuba eustachius, sehingga ketika terjadi peradangan di rongga telinga tengah, selaput lendir tenggorokan bisa menjadi tersumbat dan meradang, menyebabkan batuk dan bahkan dahak. Dalam hal pengobatan, penting untuk secara aktif mengendalikan peradangan di rongga telinga tengah. Pasien dapat menggunakan tetes telinga lomefloxacin hydrochloride atau tetes telinga ciprofloxacin untuk tujuan anti-inflamasi, sebaiknya 2-3 kali sehari, untuk secara efektif mengendalikan peradangan di rongga telinga tengah. Pasien juga dapat mengkonsumsi obat antiinflamasi oral seperti kapsul levofloxacin atau tablet roxithromycin dispersible. Setelah seminggu atau lebih pengobatan aktif, otitis media pasien akan membaik secara signifikan dan batuk pasien akan berubah.