Perubahan morfologi membran timpani baru setelah timpanoplasti dan faktor-faktor yang mempengaruhinya

  TUJUAN: Untuk menyelidiki perubahan morfologi membran timpani baru pada tahap yang berbeda setelah timpanoplasti, serta faktor-faktor yang relevan dan penanggulangan yang mempengaruhi perubahan tersebut. METODE: Pada 120 kasus timpanoplasti, kami mengamati perubahan membran timpani baru pada 1-3 bulan, 4-6 bulan, 6-24 bulan, dan lebih dari 2 tahun setelah pembedahan, menganalisis faktor-faktor yang relevan yang mempengaruhi perubahan, dan melakukan perawatan yang relevan. Hasil: Empat telinga terlihat memiliki celah pada tepi anterior dan inferior membran timpani baru setelah penarikan kasa saluran pendengaran eksternal 2 minggu setelah operasi, 2 telinga terlihat memiliki perforasi yang terinfeksi kembali pada 1-3 bulan, 24 telinga terlihat memiliki dugaan kerusakan tuba eustachius pada 4-6 bulan, 4 telinga belum pulih fungsinya, dan 13 telinga mengalami atrofi membran timpani pada 4 bulan dan 2 tahun. Total perforasi sekunder pasca operasi adalah 10 telinga (8,33%). Kesimpulan: Celah marjinal anterior dan inferior dari membran timpani yang baru adalah manifestasi utama perforasi membran timpani awal; lesi mukosa yang parah pada ruang timpani dan bullae tuba eustachius adalah penyebab utama perforasi membran timpani yang baru dan mempengaruhi kelangsungan hidup cangkok. Peniupan tuba eustachius adalah salah satu metode untuk meningkatkan ventilasi ruang timpani dan meningkatkan pendengaran. Fungsi dan morfologi membran timpani baru cenderung stabil setelah 3 bulan.