A, pembersihan dan perawatan 1, metode pembersihan: harus dilepas setiap hari untuk dibersihkan, pertama dengan air yang mengalir untuk mencuci permukaan yang menempel, kemudian bilas dengan larutan garam fisiologis atau air murni, keringkan dengan kain lembut yang bersih dan disimpan dengan hati-hati. Umumnya dipakai pada siang hari, dilepas dan dicuci pada malam hari untuk disimpan. Melumasi bagian mata dengan air mata antibiotik yang mengandung natrium glasiat sebelum dipakai akan meningkatkan kenyamanan pemakaian. Prostesis mata yang tidak digunakan dalam waktu lama harus disimpan dalam wadah tertutup dan tidak boleh diletakkan di dalam air sebagai aturan. 2 . Desinfeksi rutin: Prostesis mata harus dibersihkan setiap minggu dengan sabun dan didesinfeksi dengan iodofor. 3, perhatikan untuk melindungi permukaan mata palsu: pembersihan, desinfeksi dan perawatan mata palsu lainnya, harus menggunakan kain lembut, agar tidak memakai permukaan serat mata palsu yang mempengaruhi kilau dan kenyamanan pemakaiannya. Jangan gunakan larutan disinfektan yang bersifat korosif terhadap mata palsu, seperti alkohol. Saat membersihkan mata palsu, Anda dapat menggunakan kain lembut yang dicelupkan ke dalam pasta gigi untuk memolesnya, atau Anda dapat pergi ke studio mata palsu rumah sakit dan meminta dokter profesional untuk memolesnya. 4. Penggantian secara teratur: Karena efek erosi dari air mata dan gesekan jangka panjang, permukaan mata palsu secara bertahap akan menjadi kasar, dan warna serta kilauannya juga akan menurun. Jika bagian mata palsu aus karena kecelakaan, Anda tidak boleh memakainya dengan enggan untuk menghindari kerusakan kantung konjungtiva dan menggantinya sesegera mungkin. 1. Konjungtivitis: Bagi tubuh manusia, potongan mata palsu adalah benda asing, tubuh akan memiliki efek penolakan tertentu terhadapnya, pada saat yang sama, karena pergerakan kelopak mata dan gesekan potongan mata palsu selama rotasi mata, faktor-faktor ini akan merangsang konjungtiva untuk menginduksi peradangan, pasien akan mengalami kemerahan pada mata, menggertakkan mata, peningkatan sekresi dan ketidaknyamanan lainnya, situasi ini terjadi pada tahap awal pemakaian mata palsu. Hal ini terjadi pada tahap awal pemakaian mata palsu dan secara bertahap akan berkurang karena konjungtiva menjadi kurang sensitif dengan waktu pemakaian yang lebih lama. Untuk mengurangi gejala ini, lepaskan bagian mata palsu setiap hari sebelum tidur, oleskan salep mata antibiotik dan gunakan obat tetes mata yang mengandung natrium kacaat untuk melumasi kantung konjungtiva dan mengurangi gesekan. 2. Relaksasi kelopak mata bawah dan lepasnya bola mata: Bagi pasien yang tidak memiliki implan dudukan mata, bola mata palsu yang perlu dipakai lebih tebal dan efek kompresi jangka panjangnya dapat menyebabkan kelopak mata bawah menjadi rileks dan forniks bawah menjadi lebih dangkal, yang menyebabkan bola mata bergeser dan mudah lepas. Oleh karena itu, bagi pasien setelah pengangkatan mata, disarankan untuk melakukan implantasi kantung mata dan kemudian memakai lensa mata palsu yang lebih ringan untuk mencegah komplikasi di atas; dan bagi pasien yang telah mengalami komplikasi ini, pembedahan dapat dilakukan untuk mengoreksinya. 3. Depresi supraorbital dan ptosis: Akibat gravitasi, jaringan lunak di orbit dan rongga mata secara bertahap akan bergeser ke bawah, sehingga menyebabkan depresi supraorbital dan ptosis sekunder yang memengaruhi estetika. Kondisi ini dapat dikoreksi dengan mengganti lensa mata palsu, atau dengan bedah rekonstruksi.