Anda dapat menilai apakah bayi Anda mengalami anoreksia berdasarkan gejala klinis yang biasa terjadi, yaitu penurunan nafsu makan, kurangnya konsentrasi pada susu, tidak menyukai susu, tidak bersemangat, dan lain-lain. 1. Penurunan nafsu makan: Selama anoreksia, minat bayi terhadap ASI dan susu formula akan berkurang, yang akan menyebabkan penurunan nafsu makan dan penurunan jumlah susu yang diminumnya secara tiba-tiba. 2. Kurang konsentrasi pada susu: Saat mengonsumsi susu, bayi akan penasaran dengan hal-hal lain dan menunjukkan kurangnya konsentrasi, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk minum susu. 3. Kurang menyukai susu: Saat minum susu, bayi akan menolak dan menolak ASI, dan kalaupun ia mau minum susu, ia tidak akan mau minum lagi setelah beberapa teguk. 4. Semangat yang baik: Meskipun jumlah minum ASI berkurang, hal itu tidak akan mempengaruhi kondisi mental bayi, dan bayi akan tetap energik dan aktif. Ketika bayi dalam masa anoreksia, orang tua tidak perlu gugup, bisa di rumah sakit di bawah bimbingan dokter kesehatan anak untuk melakukan penyesuaian pola makan, seperti pemberian makan secara teratur, penambahan makanan pendamping yang tepat dan penyesuaian lainnya, tetapi perlu menghindari pemberian makanan secara paksa.