Cara mengobati bakteri mulut

Flora normal dalam rongga mulut menjaga keseimbangan dinamis lingkungan mikro mulut dan biasanya tidak memerlukan perawatan jika tidak menimbulkan gejala. Jika mikroorganisme kariogenik, seperti Streptococcus pyogenes, Lactobacillus spp. dan Actinobacillus spp. ada dan berkembang biak dalam jumlah besar dan bermetabolisme untuk menghasilkan asam, maka kemungkinan besar akan menyebabkan karies gigi. Dalam kasus infeksi bakteri seperti Porphyromonas gingivalis dan Porphyromonas intermedia, mereka berhubungan dengan penyakit periodontal. Ketika bakteri berbahaya menyerang rongga mulut, pengobatan simtomatik dan penghilangan faktor patogen menjadi fokus utama. Sebagai contoh, penyegelan fossa yang tepat waktu setelah erupsi gigi geraham susu dan gigi geraham permanen secara efektif dapat menghindari invasi bakteri. Karies gigi dapat diisi dengan resin pengawet ringan dan ionomer kaca untuk menghilangkan impaksi makanan dan menyesuaikan oklusi. Pasien dengan penyakit periodontal dapat diobati dengan scaling supragingiva, pengikisan subgingiva, dan bedah periodontal jika diperlukan. Coccidioidomycosis didasarkan pada antiinflamasi dan pembersihan mulut. Antibiotik dapat digunakan di bawah bimbingan dokter, seperti obat kumur klorheksidin majemuk, amoksisilin, ornidazol, dll., tetapi tidak semua kasus cocok untuk penggunaan antibiotik. Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus memperhatikan kebersihan mulut, berkumur setelah makan dan menyikat gigi tepat waktu. Makan makanan ringan, makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan segar, kurangi makan makanan manis, hindari makanan pedas dan merangsang. Obat kumur sebaiknya tidak sering digunakan, agar tidak merusak flora normal dalam mulut. Berolahragalah lebih banyak untuk meningkatkan kebugaran tubuh, jangan begadang, dan dapatkan perawatan medis pada saat gejala ketidaknyamanan muncul.