Berikut ini adalah beberapa makanan yang harus Anda perhatikan secara khusus ketika Anda menyusui, karena dapat dengan mudah mempengaruhi kualitas ASI Anda atau bahkan memicu kembalinya ASI.
Berikut ini adalah beberapa makanan yang harus Anda hindari. Fakta sebenarnya adalah bahwa makanan ini dapat mengembalikan susu!
Sifat ilmiah dari banyak makanan untuk mengembalikan ASI belum dikonfirmasi, seperti daun bawang dan paprika, tetapi secara klinis memang banyak ibu menyusui yang makan dan mengembalikan ASI, dan jumlah ASI menjadi lebih sedikit. Faktanya, masing-masing dari kita memiliki konstitusi yang berbeda, dan Anda dapat mencoba makanan yang Anda sukai saat menyusui. Segera setelah Anda menemukan tanda-tanda ASI kurang, Anda harus segera menghindari makanan yang mencurigakan.
Sayuran: daun bawang, daun bawang, rebung, asparagus, cabai, pare
Buah-buahan: semangka, kesemek
Bumbu: kayu manis, bawang putih, lada
Makanan laut dan produk akuatik: siput, whelks, kepiting (dapat menyebabkan alergi pada bayi)
Teh dan minuman keras: malt goreng, teh krisan, minuman beralkohol, kopi kental, teh kental, minuman dingin dingin
Lainnya: mint, ginseng, plum, dll.
Makanan yang cenderung mempengaruhi kualitas menyusui
1. Makanan pedas dan kafein: Hindari bawang merah, bawang putih dan makanan pedas lainnya yang, ketika diserap oleh sistem pencernaan ibu, dapat mengubah rasa dan keasaman ASI dan dapat menyebabkan diare atau perut kembung pada bayi.
2. Makanan dengan terlalu banyak kalori: Cobalah untuk tidak mengganti diet yang masuk akal dengan makanan berminyak atau manis seperti keripik goreng, gula dan kue. Hal ini karena makanan-makanan ini biasanya mengandung kalori yang tinggi tetapi kurang nutrisi dan hanya dapat memberikan ledakan energi yang singkat, yang berdampak besar pada kualitas susu. Juga sulit untuk mencerna makanan yang digoreng, yang merugikan kesehatan ibu yang baru saja melahirkan dan pencernaannya lemah.
3, makanan yang merangsang: cobalah untuk makan lebih sedikit bumbu, menyusui makan makanan yang merangsang ini, dari susu ke dalam tubuh bayi, mempengaruhi kesehatan bayi.
4, cokelat: theobromine yang terkandung dalam cokelat dapat meresap ke dalam ASI dan terakumulasi dalam tubuh bayi. Bahan dasar kakao dapat membahayakan sistem saraf dan jantung, dan menyebabkan relaksasi otot, peningkatan buang air kecil, pencernaan yang buruk, dan tidur gelisah pada bayi.
5. Makanan ikan dan daging yang diawetkan: Asupan garam harian umum untuk orang dewasa adalah 4,5-9 gram. Tergantung pada kebiasaan Anda yang biasa, jangan hindari garam dan jangan makan terlalu banyak garam. Ibu makan terlalu banyak garam, maka akan menambah beban pada ginjal, yang tidak baik untuk ginjal.
6, MSG: Perdebatan akademis tentang MSG tidak pernah berhenti. Untuk alasan keamanan, yang terbaik bagi ibu adalah tidak mengonsumsi MSG selama kehamilan dan menyusui.
7. Beberapa obat-obatan dan alkohol: Beberapa obat-obatan dan alkohol dapat masuk ke dalam tubuh bayi melalui ASI setelah masuk ke dalam aliran darah. Oleh karena itu, harus memperhatikan kontraindikasi obat-obatan dan hindari minum.
8. Buah-buahan yang tidak bisa dimakan secara berlebihan.
(1) Buah-buahan yang sejuk: melon, semangka, melon, pir, kiwi, mangga dan jeruk bali. Jika ibu menyusui terlalu banyak mengkonsumsi semangka dan buah-buahan dingin lainnya, maka akan dengan mudah menyebabkan diare pada bayi.
(2) Buah dingin: terutama di musim panas, banyak ibu suka memasukkan buah ke dalam lemari es terlebih dahulu untuk mendinginkannya sebelum mengeluarkannya, yang merupakan larangan besar bagi ibu menyusui, buah semacam ini dimakan terlalu banyak, tidak hanya ibu yang mudah diare, tetapi juga mudah menyebabkan diare pada bayi, cara terbaik untuk mengeluarkan buah dari lemari es, dengan memasukkannya ke dalam suhu kamar selama setengah jam sebelum makan.