Perbedaan antara anemia aplastik dan leukemia

Anemia aplastik dan leukemia adalah dua kelompok penyakit yang berbeda, yang dibedakan berdasarkan patogenesis yang berbeda, sifat penyakit yang berbeda, dan pilihan pengobatan yang berbeda. Anemia aplastik adalah sekelompok sindrom kegagalan hematopoietik sumsum tulang yang disebabkan oleh berbagai faktor etiologi, yang terutama ditandai dengan berkurangnya proliferasi sel hematopoietik sumsum tulang dan penurunan jumlah sel darah lengkap. Leukemia adalah jenis penyakit klonal ganas dari sel punca hematopoietik, yang umumnya dikenal sebagai proliferasi sel darah putih yang tidak normal di dalam darah. 1. Patogenesisnya berbeda: sumsum tulang pasien katarak memiliki fungsi hematopoietik yang buruk, dan jumlah berbagai sel darah yang dihasilkan di dalam darah jelas berkurang. Di sisi lain, fungsi hematopoietik pasien leukemia normal, hanya saja sumsum tulang menghasilkan sejumlah besar sel darah putih yang belum matang, sedangkan fungsi sel darah jenis lain berkurang atau kehilangan fungsi fisiologisnya. 2. Sifat penyakitnya berbeda: leukemia adalah tumor ganas pada sistem hematopoietik, dan tingkat kesembuhannya relatif rendah. Anemia aplastik adalah penyakit darah jinak. 3. Rencana pengobatan yang berbeda: leukemia sering kali diobati dengan kemoterapi dan transplantasi sel punca hematopoietik; untuk sindrom remisi akut, selain imunosupresan, transplantasi sel punca hematopoietik alogenik lebih disukai. Untuk remisi kronis, terapi imunosupresif umumnya digunakan, dan siklosporin lebih disukai. Selain itu, katarak akut dan kronis memerlukan pengobatan simptomatik suportif yang aktif.