Hipotermia setelah vaksinasi pneumonia 13-valen sering kali disebabkan oleh reaksi merugikan terhadap vaksin dan merupakan fenomena klinis yang relatif umum. Pengobatan hipotermia tidak memerlukan penggunaan obat antipiretik. Cukup dengan mengontrol suhu tubuh ke kisaran normal dengan minum lebih banyak air, berulang kali menggosok tubuh dengan air hangat, dan menggunakan es untuk mendinginkan tubuh jika perlu, dan gejala hipotermia tidak akan bertahan lama dan akan segera kembali normal. Jika bayi mengalami gejala infeksi saluran pernapasan bagian atas setelah vaksinasi, disertai batuk, sakit tenggorokan, bersin-bersin dan manifestasi lainnya, maka perlu menggunakan obat. Dianjurkan untuk mengklarifikasi apakah ada infeksi bakteri melalui tes darah rutin, dan jika perlu, pilihlah obat anti-inflamasi dan anti-virus untuk mengendalikan infeksi.