Apa penyebab kejang demam pada anak-anak?

Kejang demam adalah kondisi yang relatif umum terjadi pada anak kecil yang mengalami demam, dengan usia onset 6 bulan sampai 5 tahun (puncak kejadian adalah 18-22 bulan) dan insiden yang sedikit lebih tinggi pada anak laki-laki (60%).

Saat ini, dua penyebab utama kejang demam diperkirakan terjadi.

Pertama, kualitas genetik yang terkait; anak-anak dengan riwayat kejang demam dalam keluarga dekat mereka lebih mungkin mengalami kejang demam, dan anak-anak dengan riwayat kejang demam pada saudara kandung atau orang tua empat sampai lima kali lebih mungkin mengalami kejang demam daripada populasi umum.
Kedua, ketidakmatangan sistem saraf pada anak kecil, ketidaksempurnaan mekanisme termoregulasi dan metabolisme energi abnormal sel-sel otak selama kenaikan suhu tubuh juga terlibat dalam patogenesis.

Seiring dengan bertambahnya usia anak-anak dan sistem saraf mereka menjadi matang, kemungkinan kejang demam menurun drastis. Sebagian besar penyakit memiliki faktor penyebab selain penyebabnya. Anda pasti sudah bisa menebak dari namanya ‘kejang demam’ bahwa penyebab penyakitnya adalah demam.

Secara statistik, demam ini dapat memiliki sejumlah penyebab, termasuk demam infeksius (88%) dan non-infeksius (12%).

Demam menular biasanya dikaitkan dengan infeksi virus dan penyebabnya termasuk infeksi saluran pernapasan atas akut atau radang tenggorokan akut (38%), otitis media (23%), pneumonia (15%), gastroenteritis (7%), dan ruam darurat anak usia dini (5%).

Penting juga untuk dicatat bahwa demam dapat terjadi setelah vaksinasi difteri, pertusis, campak dan tetanus.