Pada wanita yang mengalami sesak dada dan sesak napas, langkah pertama adalah menanyakan apakah pasien baru saja mengalami gangguan menstruasi atau menopause, karena wanita menopause relatif rentan terhadap ketidaknyamanan ini. Elektrokardiogram, ultrasonografi jantung dan pemeriksaan CT paru dianjurkan. Pasien mungkin juga menderita sesak dada dan sesak napas akibat infeksi paru-paru atau kelainan paru-paru, atau gagal jantung atau penyakit paru obstruktif kronis. Selain itu, orang dengan neurosis jantung atau gangguan kejiwaan juga dapat mengalami sesak dada dan sesak napas. Jika perlu, pasien disarankan untuk menggabungkan terapi psikologis dengan obat-obatan seperti kapsul pereda hati untuk meredakan ketidaknyamanan, dan disarankan untuk beristirahat dan relaksasi secara teratur.