Kurangnya ruang dalam rongga gigi membuat tidak mungkin untuk menyelaraskan semua gigi yang sehat dengan rapi, mengakibatkan gigi berjejal dan tidak sejajar, gigi seri depan melampaui bibir (tonjolan anterior), dan gigi bungsu terakhir yang berkembang di belakang menjadi miring keluar dari posisi dan tidak pada tempatnya (gigi tersumbat). Bayangkan memaksakan semua gigi agar sejajar tanpa mencabutnya, sehingga menghasilkan 1) mulut yang lebih menonjol di depan, 2) akar gigi yang keluar dari tulang tempat tidur gigi, dan 3) gigitan yang membingungkan dan tidak stabil. Lebih dari 100 tahun sejarah ortodontik telah membuktikan bahwa mencabut gigi untuk memperbaiki kondisi dengan ruang yang tidak mencukupi di rongga gigi lebih stabil dan lebih sehat daripada tidak mencabut gigi untuk memperbaikinya. Efek samping? Gigi yang sehat, dilindungi oleh enamel, relatif tertutup dan individu yang independen dengan saraf vaskular masing-masing. Dalam kasus penyakit gigi, gejala sakit gigi yang tidak dapat ditoleransi dan melonggarnya dasar gigi tidak berhubungan dengan pencabutan gigi untuk ortodontik, tidak ada hubungan sebab akibat. Sinar-X dan cetakan gigi diambil sebelum rencana ekstraksi ditentukan, dan ortodontis berulang kali mencari ruang yang tersisa di dasar gigi. Posisi ekstraksi yang wajar, ruang kosong dengan ukuran yang tepat, sepenuhnya dimanfaatkan secara rasional.