Iskemia miokard memerlukan tes pencitraan seperti serologi, EKG, ultrasonografi jantung, CT koroner dan angiografi koroner.
1. Pemeriksaan serologis. Iskemia miokard memerlukan tes serologis seperti tes darah rutin, glukosa darah, lipid darah, dll., Untuk memperjelas apakah ada faktor yang merusak pembuluh darah, dan penanda iskemia miokard seperti enzim jantung dan troponin untuk menilai situasi iskemia miokard.
2. Elektrokardiografi. Untuk mengetahui apakah ada iskemia miokard melalui elektrokardiografi, elektrokardiografi dinamis 24 jam harus dilakukan untuk mengevaluasi iskemia miokard jika perlu.
3. Ultrasonografi jantung. Ultrasonografi jantung dapat digunakan untuk memahami ukuran ruang atrium jantung dan kondisi katup, serta dapat menentukan apakah terdapat iskemia miokard melalui pergerakan dinding ventrikel.
4. CT Koroner atau Angiografi Koroner. CT Koroner dapat mengetahui apakah terdapat plak aterosklerotik di arteri koroner jantung dan tingkat stenosis arteri koroner. Angiografi koroner adalah standar emas untuk menentukan iskemia miokard, yang dapat dengan jelas mengamati apakah ada lesi di arteri koroner, serta lokasi, luas dan derajat lesi.
Ketika iskemia miokard terjadi, perlu berkonsultasi dengan dokter secara tepat waktu, meningkatkan berbagai tes di bawah bimbingan dokter dan secara aktif mengobatinya.