Perawatan bedah plastik untuk tumor payudara setelah operasi

Tujuan: Untuk mengeksplorasi peran teknik bedah plastik pada tumor payudara pasca operasi. Metode: Meninjau dan merangkum kasus-kasus tumor payudara pasca operasi yang kami tangani dari Agustus 1988 hingga Mei 2011. Hasil: 25 kasus limfoedema ekstremitas atas, 63 kasus ulkus lokal (termasuk ulkus radioaktif), 18 kasus cacat dinding dada, 107 kasus cacat areola payudara dan puting susu telah ditangani. Perawatan yang dilakukan meliputi latihan fungsional pasca operasi yang tepat waktu dan wajar, kompresi elastis, pencangkokan kulit pelepas bekas luka lokal, transfer flap (otot), pembersihan luka lokal dan penggantian balutan (termasuk aplikasi VSD), rekonstruksi payudara dengan jaringan sisa lokal, rekonstruksi payudara dengan pencangkokan jaringan autologus, dan rekonstruksi payudara dengan prostesis. Kesimpulan: Kanker payudara adalah salah satu tumor ganas yang paling umum terjadi pada manusia dan salah satu tumor ganas utama pada wanita. Ini sangat membahayakan kesehatan mereka. Operasi pengangkatan tumor adalah satu-satunya cara yang mungkin untuk menyembuhkan kanker payudara dan merupakan pengobatan pilihan. Namun, limfoedema pada tungkai atas, ulkus lokal (termasuk ulkus radioaktif), cacat pada dinding dada, dan tidak adanya areola payudara dan puting susu yang disebabkan oleh reseksi tumor secara serius mempengaruhi kehidupan dan pekerjaan mereka. Data pada kelompok ini menunjukkan bahwa teknik bedah plastik memainkan peran yang baik dalam pengobatan tumor payudara setelah reseksi, terutama dalam pengobatan ulkus lokal, cacat dinding dada, dan rekonstruksi payudara dengan hasil yang memuaskan, sehingga disarankan agar dokter bedah plastik berpartisipasi aktif dalam pengobatan tumor payudara untuk kepentingan pasien.