Keguguran sebelum usia kehamilan 12 minggu disebut keguguran dini. Perilaku berisiko tinggi berikut ini pada awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran: 1. Usia: Wanita hamil dengan usia lanjut memiliki kemungkinan keguguran yang lebih tinggi. 2.Diet yang tidak tepat: Wanita hamil tidak boleh menggunakan kayu manis, jelai atau kepiting, yang dapat dengan mudah menyebabkan keguguran. 3, wanita hamil atau pasangannya memiliki riwayat penyakit genetik (cacat genetik): salah satu wanita memiliki kelainan kromosom, dapat ditularkan kepada keturunannya dan dapat menyebabkan keguguran atau keguguran berulang. Oleh karena itu, dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pranikah untuk menghindari penyesalan. 4, kebiasaan buruk: seperti merokok, alkoholisme, minum kopi secara berlebihan dan penggunaan narkoba. 5.Olahraga berat: Pada awal kehamilan, perkembangan janin tidak stabil dan kondisi fisik wanita hamil juga tidak stabil. Pada saat ini, wanita hamil tidak boleh melakukan olahraga berat dan menghindari hubungan seksual untuk menghindari keguguran. 6, kelainan endokrin: seperti insufisiensi luteal, fungsi tiroid rendah, diabetes tidak terkontrol dengan baik, dll. 7, pencemaran lingkungan: seperti formaldehida, benzena, timbal dan bahan kimia berbahaya lainnya. Oleh karena itu, wanita hamil sebaiknya tidak tinggal di rumah yang baru direnovasi. 8.Kekurangan gizi yang parah pada wanita hamil. 9, wanita hamil berpakaian tidak benar: wanita hamil harus mengikuti pakaian yang lembut, lebar, tidak membawa seikat perut, tidak memakai celana panjang ketat, dan tidak memakai sepatu hak tinggi. Jika tidak, mudah menyebabkan keguguran. Sepatu hak tinggi juga dapat menyebabkan kelelahan kaki, yang tidak baik untuk kesehatan ibu hamil. Untuk mencegah keguguran pada tahap awal kehamilan, disarankan untuk melakukan pemeriksaan pra-konsepsi, berkonsultasi dengan klinik eugenika, dan mempersiapkan kehamilan dalam keadaan kesehatan yang baik bagi kedua pasangan.