1, gejala vitiligo: lesi kulit awalnya satu atau beberapa bintik-bintik hipopigmentasi, batasnya tidak jelas, secara bertahap meluas menjadi batas yang jelas dari bintik-bintik putih susu, tidak ada gejala. Sebaiknya Anda melihat kulit orang yang Anda lihat. Vitiligo umumnya muncul dalam tiga cara, terbatas pada satu area atau hanya terjadi secara sepihak pada batang tubuh (segmental), tetapi sebagian besar pasien memiliki lesi yang meluas di beberapa area tubuh (panniculitis) atau pada wajah dan ekstremitas distal (panniculitis). Rambut di bercak putih bisa berwarna putih atau normal, bahkan terkadang mempengaruhi warna mata atau retina. Alasannya tidak sepenuhnya jelas, tetapi ada beberapa teori: kerentanan genetik, kelainan sistem autoimun (dengan hipotiroidisme, alopecia, anemia pernisiosa), faktor neuropsikiatri (trauma dan kelelahan dapat meningkatkan gangguan timbal balik antara melanosit dan sistem saraf), penghancuran diri melanosit (paparan fenol dan bahan kimia lainnya), yang menyebabkan penghambatan sistem tirosin atau penghancuran melanosit, yang mengarah ke penyakit. Penghancuran melanosit, yang pada akhirnya menyebabkan depigmentasi pada area yang terkena.