(Penafian: Artikel ini hanya untuk penggunaan umum dan informasi dalam konten berikut telah diproses untuk melindungi privasi pasien)
Abstrak: Pasien, seorang pria berusia 61 tahun, datang ke klinik rawat jalan otolaringologi kami tiga hari yang lalu dengan kambuhnya rasa sakit di telinga kirinya setelah pilek, disertai dengan aliran nanah dari telinga kiri, tanpa demam, pusing atau sakit kepala. Pasien diberikan tes darah rutin, audiometri nada murni, CT dan tes lain yang relevan, dan diagnosis yang jelas dari otitis media kronis dibuat. Dia diobati dengan obat oral + topikal dan kondisinya terkontrol dan gejalanya membaik secara signifikan setelah perawatan.
Informasi dasar】 Laki-laki, 61 tahun
Jenis Penyakit】 Otitis media kronis
Rumah Sakit】 Rumah Sakit Rakyat Pertama Yinchuan
Tanggal Konsultasi】 Januari 2022
Rencana Perawatan】 Oral (kapsul cefixime) + topikal (larutan hidrogen peroksida, tetes telinga levofloxacin hidroklorida)
Masa Pengobatan】 2 minggu perawatan di rumah
Efektivitas】 Kondisi telah terkontrol dan gejalanya telah membaik secara signifikan
I. Konsultasi awal
Ketika pasien memasuki ruang konsultasi, ia berada dalam tekanan akut. Pertanyaan yang cermat tentang riwayat medis pasien mengungkapkan bahwa ia memiliki riwayat 10 tahun keluarnya cairan dari telinga kiri, yang tidak ditangani secara serius dan diobati dengan kapsul amoksisilin oral dan obat tetes telinga oxyfloxacin topikal. Pasien menyangkal adanya riwayat hipertensi atau diabetes mellitus dan datang ke klinik rawat jalan THT kami 3 hari yang lalu dengan kambuhnya nanah dan air mengalir di telinga kiri setelah pilek, tanpa disertai demam, pusing dan sakit kepala.
Tes laboratorium selesai dan tes darah rutin menunjukkan bahwa persentase neutrofil meningkat, dan kultur bakteri dan tes sensitivitas obat dilakukan pada sekresi saluran telinga luar. Pengukuran ambang pendengaran nada murni menunjukkan tuli konduksi di telinga kiri; CT tulang temporal menunjukkan otitis media kronis; endoskopi telinga elektronik menunjukkan perforasi ketegangan membran timpani, kongesti mukosa di rongga telinga tengah dan sejumlah kecil cairan bernanah. Diagnosis otitis media kronis dikonfirmasi oleh presentasi klinis pasien dan pemeriksaan yang relevan.
II. Riwayat pengobatan
Pasien diberi penjelasan tentang kondisinya: otitis media supuratif kronis paling sering disebabkan oleh Staphylococcus aureus, diikuti oleh Pseudomonas aeruginosa. Berdasarkan pengalaman, antibiotik oral sefalosporin III spektrum luas (kapsul sefalosporin) digunakan, bersama dengan larutan hidrogen peroksida untuk menyiram saluran telinga luar dan tetes telinga levofloxacin hidroklorida untuk melihat telinga.
Selain pengobatan yang diperlukan, perawatan yang sama perlu dilakukan dalam kehidupan, dengan diet yang mudah dicerna dan bergizi; istirahat selama pengobatan. Setelah saluran telinga berhenti mengalir dan nanah telah mengering, perbaikan membran timpani dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan pendengaran pasien dan mengurangi jumlah episode inflamasi.
III. Efek pengobatan
Setelah komunikasi yang disebutkan di atas, pasien memiliki pemahaman tertentu tentang penyakit ini dan memahami bahwa episode berulang dari otitis media supuratif kronis dapat menyebabkan komplikasi intrakranial dan ekstrakranial. Setelah 2 minggu pengobatan dengan obat oral + irigasi saluran telinga luar + obat topikal, gejala drainase saluran telinga dan nyeri telinga pasien berkurang secara signifikan dan pendengarannya sedikit membaik. Pada saat yang sama, ia memperkuat olahraganya dan menghindari masuk angin untuk mengurangi frekuensi serangan otitis media. Singkatnya, pasien telah dirawat di rumah selama total 2 minggu dan kondisinya sekarang terkendali dengan perbaikan gejala yang signifikan.
IV. Catatan
Kami senang bahwa gejala pasien telah membaik dengan pengobatan aktif. Otitis media kronis sangat umum terjadi dalam praktik klinis dan kebanyakan pasien tidak menganggapnya serius karena mereka mengira itu adalah kondisi yang umum. Faktanya, episode otitis media kronis yang berulang dapat menyebabkan komplikasi intrakranial dan ekstrakranial, jadi setelah gejala pasien terkontrol, perbaikan membran timpani direkomendasikan untuk meningkatkan pendengaran pasien dan mengurangi jumlah episode inflamasi. Selama perawatan, pasien perlu mempertahankan sikap positif, beristirahat dengan benar, hindari aktivitas berat dan makan makanan yang masuk akal. Jika gejala abses memburuk, atau jika gejala yang terkait dengan demam, sakit kepala atau pusing muncul, penting untuk mencari perhatian medis lanjutan.
V. Wawasan pribadi
Jika Anda menemukan pasien dengan drainase berulang dari saluran telinga luar, Anda harus terlebih dahulu waspada terhadap adanya komplikasi. Otitis media kronis mungkin dipersulit oleh otitis media adhesif, timpanosklerosis, granuloma kolesterol telinga tengah, otitis media gaib dan sebagainya.
Bagi penderita otitis media kronis, hal pertama yang harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari adalah membangun kepercayaan diri dalam mengatasi penyakit, aktif secara fisik, menghindari masuk angin, memperhatikan kebersihan, mencegah kotoran masuk ke dalam telinga saat mandi, dan berenang dengan hati-hati. Selain itu, perlu dicatat bahwa penyakit ini rentan terhadap kekambuhan, jadi penting untuk segera mencari pertolongan medis segera setelah gejala-gejala yang disebutkan di atas muncul, sehingga diagnosis dan pengobatan dini dapat dicapai.