Anak-anak yang masih mengompol pada usia sebelas tahun umumnya dianggap menderita enuresis. Hal ini terutama disebabkan oleh korteks serebral yang kurang berkembang atau faktor psikologis. Anak-anak dengan enuresis biasanya memerlukan pengobatan aktif, yang mencakup pendekatan perilaku dan pengobatan. Penanganan perilaku memerlukan latihan kandung kemih yang tepat, yang berarti bahwa anak harus berlatih menahan air seninya. Orang tua juga harus melacak pola buang air kecil anak mereka dan membangunkannya di malam hari, setengah jam sebelum buang air kecil, dengan mengatur jam alarm untuk membangunkannya. Obat-obatan seperti hormon antidiuretik sintetis dan antagonis reseptor-M seperti tolterodin juga dapat digunakan untuk mengurangi gejala.